BASF, perusahaan kimia terbesar di dunia asal Jerman, sedang berekspansi ke seluruh dunia, terutama ke Asia. Pada 2002-2005, mereka menginvestasikan 5,6 miliar euro atau sekitar Rp 98,30 triliun (asumsi kurs Rp 17.554 per euro) di Asia untuk pabriknya di Nanjing dan Shanghai, China serta Mangalore di India. Sementara Eramet adalah perusahaan pertambangan dan metalurgi multinasional Prancis yang memproduksi logam non-ferrous dan turunannya, nikel dan paduan superalloy, serta baja khusus berkinerja tinggi.

Dengan hengkangnya BASF dan Eramet, Menteri Arifin Tasrif tetap optimis bahwa proyek Sonic Bay akan tetap berjalan sesuai rencana dengan dukungan dari investor-investor baru yang tertarik untuk mengambil alih proyek tersebut.