Sejumlah anggota Brimob dengan seragam, terlibat kelahi dengan menendangi seorang prajurit berpakain loreng TNI AL. Situasi tersebut, menurut laporan kepolisian sempat mendesak personel Polsek Pelabuhan turun tangan.

“Tetapi anggota Polsek Pelabuhan tidak bisa melerai dan memilih mundur,” begitu sambung laporan tersebut.

Direktur Polair, Danyon Marinir, bersama Danyon B Brimob, serta Danden Pomal Lantamal Sorong bersama-sama Kapolsek Pelabuhan sempat turun langsung ke lokasi perkelahian untuk melerai.

Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Ongky Isgunawan membenarkan kejadian perkelahian tersebut. Namun kata dia, kepolisian belum dapat menyampaikan resmi perihal kejadian tersebut.

“Maaf kami belum bisa sampaikan, karena masih proses pendalaman dan koordinasi. Nanti kami sampaikan kalau sudah ada hasil resmi,” kata Ongky.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen R Nugraha Gumiliar, pihaknya menerima laporan insiden itu terjadi akibat salah paham. “Penyebabnya hanya terjadi kesalahpahaman antara anggota Brimob yang ditegur oleh anggota AL,” kata Nugraha.