Pemkab Maros Apresiasi Program Penumbuhan Petani Milenial Kementan

Maros
Pelaksanan District Multi Stakeholder Forum (DMSF) YESS PPIU Sulsel Polbangtan Gowa, di Kantor Bupati Maros, Rabu (11/10/2023). (Sumber: Humas Polbangtan).

MAROS – Kementerian Pertanian (Kementan) bersama International Fund for Agricultural Development (IFAD), melalui Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) terus mewujudkan regenerasi petani serta melahirkan wirausaha milenial di sektor pertanian.

Kementan mencetak wirausaha milenial tangguh dan berkualitas yang tersebar di empat provinsi di Indonesia. Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa sebagai Provincial Project Implementation Unit (PPIU) Program YESS untuk wilayah Sulawesi Selatan.

Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi menjelaskan dua kunci utama dalam pelaksanaan program YESS Kementan.

“Pertama program YESS hadir untuk meningkatkan kapasitas pemuda di pedesaan melalui pendidikan dan pelatihan untuk menjadi agen pembangunan pertanian. Kedua, sasaran dari program YESS yakni pemuda/i harus memiliki jiwa kewirausahaan dari hulu sampai hilir,” sebut Dedi.

Dalam menciptakan generasi wirausaha muda pertanian, Polbangtan Gowa memilih 4 wilayah binaan. Salah satunya di Kabupaten Maros.

Sejak tahun 2021-2023 penerima manfaat dari program YESS di Kabupaten Maros sebanyak 114 orang, dua diantaranya merupakan penerima manfaat berbasis kluster.

Direktur Polbangtan Gowa, Detia Tri Yunandar meminta dukungan pemerintah terhadap pelaksanaan program strategis ini. Ia juga memaparkan fokus pelaksanaan YESS ditahun ini yakni membangun usaha para pemuda dengan berbasis kluster.

Baca Juga:   Ekspor Pala dan Kopi Jadi Komoditas Unggulan Kementan

“Apa itu usaha berbasis kluster ?  maksudnya adalah usaha yang ada harus berada dalam ekosistem yang terdiri atas bidang usaha yang saling berhubungan atau bersinergi. Misalknya kluster jagung, maka yang bisa masuk adalah bidang peternakan, jagung sebagai supply pakan ternak. Sampingannya adalah pupuk kandang dan bidang lainnya. Itu yang dimaksud dengan kluster,” jelas Detia.

Di Kabupaten Maros, lanjut Detia akan dibangun kluster aren dan jagung. Olehnya itu dukungan dari semua stakeholder dibutuhkan termasuk keterlibatan pendamping desa yang berada dibawah binaan Kemendes dengan harapan semua bisa berkolaborasi.

“Di Program YESS, pemerintah pusat, daerah, perbankan dan akademisi harus sama-sama bersinergi karena ini memiliki  tujuan dan dampak yang vital terhadap pertanian kita kedepan khususnya dalam menghadapi climate change,” kata Detia.

Menanggapi hal tersebut, dalam pelaksanan District Multi Stakeholder Forum (DMSF) YESS PPIU Sulsel Polbangtan Gowa, di Kantor Bupati Maros, Rabu (11/10/2023).

Pemerintah Kabupaten Maros berkomitmen mendukung pelaksanaan program YESS.

Sekretaris Daerah Maros Andi Davied Syamsuddin menyampaikan bahwa Kehadiran program Yess PPIU Sulsel, memberikan manfaat secara langsung terhadap perkembangan wirausaha pertanian dan perputaran roda perekonomian di Kabupaten Maros.

“Program YESS ini mendapat perhatian yang sangat tinggi dari Bupati Maros, dan kami menyampaikan terima kasih kepada Kementrian Pertanian karena telah menjadikan daerah kami sebagai lokus dari program YESS. Kami secara tidak langsung sangat merasakan manfaat dari  program Yess ini, terlebih lagi para pemuda yang bergerak dibidang wirausaha pertanian dan kami berharap ke depan akan ada ending report terhadap kontribusi pertanian dikabupaten Maros,” tegasnya dalam forum DMSF.

Baca Juga:   Kementan Masifkan Genta Organik Hadapi Krisis Pangan Global

DMSF dilakukan untuk menyamakan persepsi tentang teknis tata kelola dan aturan yang perlu dipenuhi bagi pelaksana maupun pihak terkait (stakeholder) secara terstruktur dan sistematis guna memaksimalkan kegiatan fasilitasi petani milenial di wilayah Maros.

Dalam DMSF yang berlangsung di Kantor Bupati Maros turut menghadirkan Kepala Bapelitbangda, Kepala Dinas Pertanian, para Penyuluh Pertanian serta Fasilitator YESS wilayah kabupaten Maros.