running text
2 KKB Papua Tewas Kontak Tembak dengan TNI - Starlink Merambah Indonesia, Operator Seluler Lain Terancam - Pimpinan redaksi dan manajemen Kabarfaktual.com mengucapkan: Selamat Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1445 H/ 2024. Baca berita di Kabarfaktual.com, informasi akurat dan terpercaya. Temukan berita-berita melalui akun sosial media Kabarfaktual.com.

Polbangtan Kementan Pionir Regenerasi Petani dengan Lulusan Berkualitas Tinggi

Polbangtan
(Foto Polbangtan Gowa)

GOWA – Sebagai kampus vokasi dibawah naungan Kementrian Pertanian, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa memiliki visi menghasilkan lulusan yang qualified, baik sebagai job seeker maupun sebagai job creator.

Terdiri dari empat program studi, Polbangtan Gowa dibekali amnuisi berupa teaching factory (TEFA), Program Youth Entrepreneur and Employment Support Services (YESS), Inkubator Bisnis, dan Penumbuhan Wirausaha Muda Pertanian (PWMP) agar mampu menghasilkan lulusan yang qualified.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, kebutuhan tenaga kerja dibidang pertanian masih sangat kurang secara nasional. Oleh karena itu, Politeknik Kementrian Pertanian diharapkan dapat memenuhi kebutuhan tersebut.

Hal senada disampaikan kepala Badan Penyuluhan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi ketika memberikan arahan kepada Dosen dan Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP) di Ruang Rapat Polbangtan Gowa (23/2/2024) .

“Output dari pendidikan vokasi itu qualified job seeker dan qualified job creator. Output dari program YESS yaitu Youth Entrepreneurship/pengusaha muda. Sementara TEFA, inkubator, program YESS, PWMP, wajib menghasilkan job creator,” jelasnya.

Baca Juga:   Kementan Siap Sukseskan Sensus Pertanian 2023

Lebih lanjut, Dedi menjelaskan bahwa keberadaan Dosen berperan penting untuk menghasilkan alumni seperti yang diharapkan. Olehnya itu, perlu perlu penguatan peran dosen karena jila tidak terwujud, maka dipastikan tugas Polbangtan gagal.

“Ini tidak lain dan tidak bukan karena untuk menjaga kesinambungan pertanian di Indonesia. Butuh regenerasi petani dan agrobisnis yang menjadi kesinambungan agar pangan tetap terjaga. Tidak akan ada pertanian jika tidak ada regenerasi petani,” jelasnya.

Melalui pendidikan vokasi Kementan, diharapkan melahirkan SDM yang kompetitif sebagai tenaga kerja yanf andal dan unggul, serta sebagai petani millenial yang kreatif, inovatif, profesional serta mampu menyerap lapangan pekerjaan di Indonesia sebanyak mungkin.