Petani penerima manfaat pun terbantu dengan program SIMURP yang diinisiasi BPPSDMP Kementan. Maryuni dari KWT  Karya Mandiri Kecamatan Pagaden Barat merasakan betul manfaat program. Penjualan produk kelompoknya berupa aneka macam kue, kripik singkong, rengginang, opak dan lainnya telah berkembang pesat. “Bahkan pemesanan hingga ke luar negeri, tepatnya Taiwan. Kami bersyukur sekali mendapat program SIMURP ini,” kata Maryuni.

Pun halnya dengan Hasan Basri dari Kelompok Tani Cinta Tani Jaya di Kecamatan Binong. Produksi olahan beras ketannya terus meningkat semenjak tersentuh program ini. “Produksi kami sudah mencapai 100 kilogram per bulan. Kalau ada pesanan, kami genjot lagi produksinya. Kami juga difasilitasi perizinan. Sekarang kita tinggal menunggu perizinan keluar saja,” ujar Hasan Basri.

Dalam ‘Rapat Koordinasi Percepatan Kegiatan SIMURP Kabupaten Subang Tahun Anggaran 2023’, ada beberapa langkah dukungan penerapan teknologi CSA. Di antaranya adalah demplot CSA di Kelompok Tani (Poktan), Penerapan teknologi CSA Scalling Up, rembug tani, pengawalan dan pendampingan kegiatan SIMURP, Uji emisi GPK, penguatan BPP dan penumbuhkembangan produk dan jejaring pasar (market linked) KEP.