running text
2 KKB Papua Tewas Kontak Tembak dengan TNI - Starlink Merambah Indonesia, Operator Seluler Lain Terancam - Pimpinan redaksi dan manajemen Kabarfaktual.com mengucapkan: Selamat Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1445 H/ 2024. Baca berita di Kabarfaktual.com, informasi akurat dan terpercaya. Temukan berita-berita melalui akun sosial media Kabarfaktual.com.

Terlalu Lama, TNI Ingin Pastikan Pembebasan Pilot Susi Air Tak Ada Korban

JAKARTA – Upaya pembebasan pilot Susi Air, Philip Mark Mehrtens, yang disandera KKB Papua terus dilakukan oleh TNI. Panglima TNI Laksamana Yudo Margono ingin pembebasan pilot Susi Air tersebut mengunakan cara kemanusiaan.

“Ya kita tetap tadi ya apa mengutamakan dengan Bupati Nduga yang baru ini, Pj Bupati Nduga yang baru dan tokoh masyarakat setempat karena di sana mereka bersama dengan penduduk,” kata Yudo Margono di Mako Paspampres, Jalan Tanah Abang II, Jakarta Pusat, Senin (7/8/2023).

Yudo juga mengatakan terus berusaha mengedepankan sisi kemanusiaan. Yudo melakukan hal ini untuk menghindari jatuhnya korban dalam upaya penyelamatan sang pilot.

“Tentunya juga kita gunakan cara kemanusiaan, supaya tidak timbul korban. Tidak timbul korban baik di pihak kita maupun di masyarakat. Iya humanisme untuk koordinasi dan ini sudah diusahakan ke bupati,” terang Yudo.

Laksamana Yudo Margono mengungkapkan kondisi Philip Mark Mehrtens yang disandera KKB Papua. Upaya pembebasan pilot Susi Air itu terus dilakukan.

“Alhamdulillah sesuai informasi (kondisi Kapten Philip) sehat,” kata Yudo kepada wartawan di Balai Samudra, Jakarta Selatan, Jumat (21/7).

Baca Juga:   Polda Hapus Status Tersangka Mahasiswa UI Tewas Tertabrak Mobil Polisi

Yudo mengatakan upaya pembebasan masih terus dilakukan melalui negosiasi. Dia juga menjelaskan alasan sengaja tak melakukan penyerangan dalam upaya pembebasan itu.

“Negosiasi kan selalu saya sampaikan kita tetap negosiasi, negosiasi. Kalau penyerangan yang rugi siapa, kan pasti masyarakat nanti ada yang terkena. Makanya tetap kita kedepankan negosiasi,” ungkap Yudo.

Yudo mengatakan tidak ada batas waktu dalam pembebasan pilot asal Selandia Baru itu. “Kan negosiasi nggak ada batasnya, kita tunggu sajalah hasilnya ya,” kata Yudo.

Sebagai informasi, Kapten Philip disandera sejak 7 Februari 2023 di Nduga, Papua Pegunungan, setelah pesawatnya dibakar KKB. Menjelang Hari Bhayangkara, 1 Juli lalu, beredar kabar dia akan ditembak.(SW)