Breaking News
Iklan
Iklan

Uskup Agung Jakarta Miris Angka Gizi Buruk Tinggi Sementara Banyak Makanan Terbuang

JAKARTA – Uskup Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo menyoroti tingginya angka kekurangan gizi ataupun stunting yang masih tinggi di Indonesia. Sedangkan Suharyo mengatakan ada kurang lebih Rp 330 triliun angka makanan yang dibuang dan berakhir menjadi sampah.

“Dalam catatan ini angka tengkes yang tinggi anak-anak yang kelaparan kurang gizi. Di lain pihak, membaca tulisan yang melaporkan di 2022 memang angkanya makanan yang dibuang sebagai sampah pada tahun 2022 kalau dirupiahkan jumlah Rp 330 triliun,” kata Suharyo dalam konferensi pers di Gereja Katedral, Jakarta Pusat, Senin (25/12/2023).

Suharyo mengaku miris atas angka tersebut. Padahal, menurut dia, banyak anak kekurangan makanan, tetapi di lain sisi banyak manusia yang membuang makanan.

“Ini mengerikan apa nggak? Sementara anak-anak kita kurang gizi, eh makanan yang dibuang banyak,” katanya.

Menurut dia, seharusnya ini menjadi tanggung jawab negara untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Namun dia tetap mengajak umat Katolik untuk peduli sesama.

“Sebetulnya ini tanggung jawab negara untuk selesaikan masalah ini karena negara itu terima pajak membuat aturan-aturan, bahkan boleh gunakan kekerasan untuk mempertahankan, tapi kita tidak boleh melempar tanggung jawab hanya ke mereka,” ungkapnya.

Baca Juga:   Jamaah Haji Lunas Tapi Tertunda Saat Pandemi, Tak Ada Biaya Tambahan

Padahal, menurutnya, membuang makanan sama dengan merampas hak orang lain. Dia pun meminta para umat Katolik peduli dan mulai dengan hal sederhana, yaitu tidak membuang makanan.

“Misal, saya berjanji untuk tidak menyisakan makanan karena saya makan itu sederhana sekali, semua orang bisa itu. Kadang-kadang matanya lebih besar dari pada perutnya dipesan tapi nanti 3/4-nya dibuang, hanya sedikit saja yang dicicipi, itu termasuk dosa merampas hak orang miskin,” jelas dia.

Suharyo pun berharap di perayaan Natal tahun ini, kepedulian umat semakin besar. Terlebih, kata dia, sudah sejak 2018, lembaga penelitian internasional itu menempatkan Indonesia di nomor 1 di antara 140 negara dalam hal kerelaan berbagi.

“Bukan hanya 2023, sejak 2018 enam tahun berturut-turut lembaga ini tempatkan Indonesia di nomor satu dalam hal kepedulian, kerelaan berbagi,” tuturnya.(SW)