Ikhwan menjelaskan bahwa warga Muhamadiyah itu kan warganya paling toleransi. “Tapi karena ada yang mencoba melecehkan konstitusi kita, akhirnya Muhammadiyah dengan kesadarannya terpanggil melaporkan akun-akun seperti ini untuk meminimalisir terjadinya intoleransi di negara kita,” ujar Ikhwan.

“Di beberapa daerah di polda-polda daerah masing-masing melaporkan secara serentak,” tambah Ikhwan.

Sebelumnya, peneliti BRIN atau Badan Riset dan Inovasi Nasional Andi Pangerang Hasanuddin pemilik akun AP Hasanuddin telah menyampaikan surat pernyataan meminta maaf kepada warga Muhammadiyah.

Dalam surat pernyataan yang ditandatangani Andi Pangerang Hasanuddin, ia menyampaikan permohonan maaf kepada pimpinan dan warga Muhammadiyah. Dia mengakui, komentar yang dikeluarkannya di media sosial terhadap Muhammadiyah karena rasa emosi dan ketidakbijaksanaan dirinya.

“Melalui surat ini memohon maaf kepada pimpinan dan warga Muhammadiyah atas komentar saya di Facebook terhadap seluruh warga Muhammadiyah di akun Facebook tertanggal Minggu, 23 April 2023,” kata AP Hasanuddin dalam surat pernyataannya yang diterima dan dikutip Beritasatu.com pada Selasa (25/4/2023).