Breaking News
Iklan
Iklan

WHO Tetapkan Darurat Global, Waspada Ini Gejala Cacar Monyet

JAKARTA- Cacar Monyet kini telah ditetapkan WHO menjadi darurat global. Penting untuk waspada gejala cacar monyet. Meski tak begitu mematikan namun penyakit ini bisa timbulkan komplikasi.

Dalam berbagai foto ilustrasi, cacar monyet digambarkan sebegitu menyeramkan dengan banyak bentol dan luka di sekujur tubuh. Pada kondisi ekstrem memang bisa terjadi demikian, namun dalam kebanyakan kasus gejalanya cuma beda tipis dengan infeksi kulit biasa.

Ketua Satgas Monkeypox (cacar monyet) PB IDI, dr Hanny Nilasari, SpKK, menyebut gejala paling mencolok pada cacar monyet memang terlihat di kulit. Tetapi beda dengan cacar air, bintik pada cacar monyet atau monkeypox umumnya saling berdempet.

Selain itu, gejala cacar monyet juga dibarengi demam, sakit kepala, dan sakit tenggorokan. Menurut dr Hanny, gejala cacar monyet juga memiliki kemiripan dengan infeksi kulit seperti bioderma dan impetigo.

Kelainannya mirip-mirip impetigo. Tapi cacar itu lesinya lebih dekat-dekat. Kemudian diikuti oleh gejala demam, gejala paling banyak dikeluhkan pasien monkeypox adalah demam, myalgia, sakit kepala, dia terasa tidak enak di saluran tenggorok. Kemudian pembesaran kelenjar getah bening dan kelainan di kulit,” sambungnya.

Baca Juga:   Vaksin Cacar Masih Efektif Cegah Orang Tertular Cacar Monyet

Gejala cacar monyet juga kerap diawali dengan ruam di permukaan kulit. Ruam tersebut kemudian diikuti dengan bintil-bintil yang lalu menjadi lenting dan bernanah.

“95 persen manifestasi ada di wajah terutama. Jadi sangat mudah dikenali, kemudian di telapak tangan dan kaki 75 persen. Mukosa, misalnya di area mulut, area genital, area mata, itu 70 persen. Di alat kelamin itu tidak terlalu banyak 30 persen saja. Kemudian di selaput lendir mata 20 persen,” kata dr Hanny.

Banyak informasi menyebut cacar monyet sebenarnya tidak mematikan, relatif ringan dan bisa sembuh dengan sendirinya. Sejauh ini baru ada beberapa kasus kematian di luar Afrika yang memang endemis untuk penyakit ini.

Meski demikian, bukan berarti penyakit ini bisa diremehkan. Terlebih, virus penyebab cacar monyet relatif mudah menular melalui kontak fisik dengan lesi di permukaan kulit.

Pada orang-orang yang daya tahan tubuh baik, umumnya tidak terlalu berat tetapi pada saat orang tersebut mempunyai daya tahan tubuh lemah dapat terjadi komplikasi,” jelas dr Hanny.(SW)

Baca Juga:   Hadir di Jawa Tengah, Presiden Ajak Petani,Penyuluh dan Babinsa Tingkatkan Produktivitas