Sehingga lahan tadah hujan yang tadinya ditanam hanya sekali saat musim hujan saja, dengan adanya pompanisasi dapat dua hingga tiga kali tanam setiap tahunnya.

Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa Detia Tri Yunandar yang juga turut memberikan sambutan mengatakan bahwa Polbangtan Gowa turut aktif terlibat menyukseskan program produksi pangan melalui perluasan areal tanam sebagai strategi antisipatif krisis pangan.

Bahkan guna menyukseskan program tersebut Polbangtan Gowa menerjunkan mahasiswanya di 24 Kabupaten dan kota di provinsi Sulawesi Selatan. Melakukan pendataan maupun pendampingan program.

Salah satu narasumber MAF Idham yang juga mahasiswa Tingkat III Polbangtan Gowa bercerita ia saat ini bertugas melakukan pendampingan kepada petani di Kabupaten Luwu Timur.
“Kami mahasiswa Polbangtan Gowa turut berperan dalam menyukseskan program Kementan. Di lapangan kami mendata kondisi lapangan, jumlah pompa, serta mendata luas area tanam setiap daerah” ungkap Idham.

MAF yang digelar Polbangtan Gowa hari ini (03/08) mengambil tema peningkatan produksi beras dalam rangka antisipasi darurat pangan dihadiri ratusan peserta baik akademisi, petani, penyuluh maupun mahasiswa. MAF tersebut menjadi ajang diskusi dan berbagi wawasan serta perspektif dari pemerintah daerah, akademisi dan mahasiswa.