“Untungnya, Indonesia dapat mengembangkan program-program yang sudah ada, seperti dalam hal memitigasi dampak Covid-19 terhadap kemiskinan. Suatu sistem perlindungan yang sosial dirancang untuk siap menghadapi masa depan dan dapat memberikan manfaat yang memadai harus bisa diakses oleh semua orang Indonesia, tanpa memandang di mana dan bagaimana mereka mencari nafkah,” sambungnnya.
Bank Dunia memperingatkan, prospek pertumbuhan masih menghadapi risiko penurunan yang signifikan. Permintaan global yang melemah, kondisi pembiayaan global yang lebih ketat, arus modal keluar dan tekanan mata uang juga dapat memicu pengetatan kebijakan moneter lebih cepat dari yang diharapkan.
Direktur Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste, Satu Kahkonen menyoroti tiga isu yang perlu dipertimbangkan Indonesia untuk menghadapi kondisi ekonomi global yang menantang dan membangun ketahanan ekonomi yang lebih kuat.
“Isu pertama adalah, Indonesia tidak terpisah dari kondisi global, maka perhatian pada ekonomi makro agar menjadi stabil akan sangat direkomendasikan,” kata Satu Kahkonen dalam acara peluncuran laporan terbaru Bank Dunia, Indonesia Economic Prospects (IEP) edisi Desember 2022 di Jakarta, Kamis (15/12/2022).
2 Komentar