Ia lantas menceritakan pengalamannya kala menjadi menteri yang seolah-okah dijerumuskan dengan isu yang tak benar. Sebagai informasi, Cak Imin pernah menjabat sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) pada 2009 hingga 2014.
“Itu terjadi. Saya mengalami kok. Saya mengalami, nggak salah apa-apa tapi seolah-olah dibikin sebuah suasana pasti menjurus ke arah korupsi. Nah apa yang terjadi? Yang dibenahi apa?” ungkap dia.
Menurutnya yang mesti dibenahi adalah sistemnya. Ia mengatakan seorang menteri adalah negarawan yang tangguh dan mampu menjadi pemimpin kebanggaan.
“Jangan jadi Menteri kok siap-siap jadi pecundang. Ada, dari kampung berjuang keras, berjuang lalu jadi menteri, pulang ke kampung bukan jadi kebanggaan, jadi korban. Karena itu kita benahi, selain kepemimpinannya,” ungkap Cak Imin.
“Saya yakin sahabat Syafii (perwakilan AMI) ini akan bisa jadi Menteri. Tapi kalau sistemnya masih busuk, bahaya seperti di pinggir jurang, setiap saat bisa menjadi koruptor. Ini yang disebut penyelesaian hilir-hulu yang harus diatasi secara bersama-sama,” pungkasnya.(SW)
Tinggalkan Balasan