Densus 88 Tangkap Terduga Teroris Wilayah Aceh Tamiang

JAKARTA – Densus 88 Antiteror menangkap terduga teroris jaringan Jamaah Islamiyah (JI) berinisal ISA (37) di Aceh Tamiang, Aceh. ISA diduga menjadi koordinator teroris wilayah Aceh.

Dengan tertangkapnya ISA, kini total sudah ada 15 tersangka teroris di wilayah Aceh. Kini Densus 88 terus mengembangkan kasus teroris ini untuk mencari tersangka lain.

ISA ditangkap Densus 88 di Kantor Desa Sidodadi, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang. Winardy mengatakan, selain koordinator wilayah Aceh, ISA juga menjabat sebagai Ketua Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Sumbagut Wilayah Aceh Tamiang sejak 2010 sampai sekarang.

“Teroris yang ditangkap ini merupakan koordinator dan memiliki peran penting dalam struktur JI,” kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Winardy, Kamis (4/8/2022).

Winardy menyebut, ISA pernah mengikuti Turba FKPP Sumatera Utara-Aceh yang disamarkan dengan pelatihan guru pesantren. Kegiatan itu digelar di Villa Gundaling, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara, pada tahun 2010-2011.

ISA kemudian dibawa ke Mapolda Sumatera Utara (Sumut) untuk menjalani pemeriksaan. Densus kini tengah melakukan pengembangan pasca penangkapan sejumlah terduga teroris di Aceh.

Baca Juga:   Investasi Bodong, Indra Kenz Dituntut 15 Tahun Penjara

“Dengan ditangkapnya ISA, maka total terduga teroris yang sudah diamankan dari berbagai wilayah di Aceh adalah 15 orang, baik kelompok Jamaah Islamiah (JI) maupun Anshorut Daulah (AD),” jelas Winardy.

Winardy menyebut, ISA pernah mengikuti Turba FKPP Sumatera Utara-Aceh yang disamarkan dengan pelatihan guru pesantren. Kegiatan itu digelar di Villa Gundaling, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara, pada tahun 2010-2011.

Usai ditangkap, ISA diboyong ke Mapolda Sumatera Utara (Sumut) untuk menjalani pemeriksaan. Densus disebut masih melakukan pengembangan pasca penangkapan sejumlah terduga teroris di Aceh.

“Dengan ditangkapnya ISA, maka total terduga teroris yang sudah diamankan dari berbagai wilayah di Aceh adalah 15 orang, baik kelompok Jamaah Islamiah (JI) maupun Anshorut Daulah (AD),” jelas Winardy.(SW)