“Kalau kita tidak bijak dalam pemanfaatan pupuk kimia, agro kimia, pestisida maka tanah dan air kita akan menangis. Cara bijak yang dilakukan dapat melalui genta organik yang dapat menyelamatkan bumi”, ujar Kabadan Dedi.
Narasumber Ngobras Puji Astuti, Penyuluh Pertanian BPP Semin Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta menjelaskan bagaimana mengelola lahan kering menjadi lahan yang berproduksi pertanian.
“Karena kondisi lahan kering dengan ketersediaan air yang terbatas, komoditas yang berkembang lebih dominan untuk komoditas tanaman pangan seperti padi, jagung, kedelai, kacang tanah”, ujarnya.
Dalam upaya menghemat penggunaan air, beberapa petani hortikultura menerapkan pengairan dengan sistem sprinkle dan irigasi tetes atau drip.
Puji Astuti menambahkan bahwa peran Penyuluh di sini sangatlah penting. Yaitu dengan terus melakukan pendampingan kepada petani agar melaksanakan budidaya pertanian ramah lingkungan. Melakukan pendampingan kepada petani agar menerapkan konsep pertanian terpadu, pembukaan klinik agensia hayati untuk menyediakan kebutuhan agensia hayati dan mendorong petani terus memproduksi pupuk organik padat maupun cair, serta penerapan budidaya tanaman sehat, pungkasnya. (HV/NF)
Tinggalkan Balasan