OIKN juga menyiapkan berbagai fasilitas hiburan di Sumbu Kebangsaan IKN, termasuk amfiteater mini untuk pertunjukan musik, stand up comedy, dan tarian. “Sumbu Kebangsaan barat akan menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk menikmati berbagai bentuk hiburan,” jelas Bambang.
Pembangunan infrastruktur di Ibu Kota Nusantara tidak hanya terbatas pada hotel dan fasilitas hiburan. Kantor Menteri Koordinator, Kantor Bank Indonesia, mal, rumah sakit, dan berbagai tempat hangout juga sedang dibangun untuk mendukung kehidupan masyarakat urban, termasuk pembangunan sekolah seperti Nusantara Intercultural School (NIS).
Bambang menegaskan empat fitur utama Ibu Kota Nusantara: ramah lingkungan, pemanfaatan teknologi digital, inklusivitas, dan keberlanjutan. “Kami ingin memastikan bahwa IKN menjadi kota yang ramah lingkungan, cerdas, inklusif, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Salah satu inisiatif menarik adalah konsep “kota 10 menit” yang memungkinkan masyarakat IKN menjangkau berbagai fasilitas penting hanya dengan berjalan kaki dalam waktu 10 menit. Konsep ini diharapkan akan mengurangi polusi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
1 Komentar