Pembangunan infrastruktur jalan tol juga sedang berlangsung, dengan tujuan menghubungkan pemukiman dengan bandara dalam waktu kurang dari 45 menit, menurunkan waktu tempuh yang semula diperkirakan 1,5 jam.

Untuk kebutuhan air minum, IKN akan mengandalkan Bendungan Sepaku Semoi yang tahap pertamanya telah selesai. Masyarakat di IKN diharapkan dapat menikmati air bersih langsung dari keran tanpa perlu memasaknya terlebih dahulu.

Bambang juga menjanjikan koneksi internet kelas dunia dan pemandangan kota tanpa kabel listrik yang berseliweran, berkat penerapan sistem multi-utility tunnel (MUT) yang akan menempatkan semua kabel di bawah tanah.

Meski memiliki luas empat kali Jakarta, IKN hanya akan dihuni oleh sekitar 2 juta orang. “Kami tidak ingin mengulangi kesalahan kota-kota besar lainnya di Indonesia yang mengalami over capacity. Kami berkomitmen untuk menciptakan lingkungan hidup yang baik,” tutup Bambang.