kabarfaktual.com – Kebakaran hebat melanda SD Negeri 4 Tianyar Barat, Banjar Dinas Tegal Sari, Desa Tianyar Barat, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Bali, Sabtu (5/9/2026) malam. Tiga ruangan sekolah, yakni ruang guru, perpustakaan, dan ruang kelas VI, hangus terbakar dalam peristiwa tersebut.

Kebakaran mengakibatkan sejumlah fasilitas dan aset sekolah musnah. Dokumen administrasi, buku, arsip, perangkat komputer, serta sejumlah peralatan elektronik ikut terbakar. Kerugian material sementara diperkirakan mencapai sekitar Rp500 juta.

Kepala SDN 4 Tianyar Barat, I Gede Putu Dana, mengatakan kebakaran diduga pertama kali muncul dari bagian plafon ruang kelas VI. Sebelum api membesar, pihak sekolah memperoleh informasi mengenai kemunculan asap dari bagian atas plafon.

“Dari informasi yang saya terima, sebelum kebakaran terjadi, ada asap yang muncul dari atas plafon ruang kelas VI,” kata I Gede Putu Dana.

Api kemudian membesar dan merambat ke bagian bangunan lainnya. Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut sempat berupaya melakukan pemadaman menggunakan peralatan yang tersedia. Namun, kobaran api yang cukup besar membuat upaya tersebut tidak mampu mencegah kerusakan pada tiga ruangan sekolah.

I Gede Putu Dana mengatakan sebagian besar barang yang berada di dalam ruangan terdampak tidak berhasil diselamatkan. Dokumen administrasi dan berbagai arsip sekolah menjadi bagian dari aset yang terbakar.

“Data-data penting semuanya ludes terbakar. Yang hanya bisa diselamatkan satu LED TV besar serta laporan untuk Dapodik guru karena ada di laptop yang dibawa oleh guru,” ujarnya.

Musnahnya dokumen dan fasilitas sekolah menjadi persoalan tersendiri karena sejumlah data administrasi diperlukan untuk mendukung kegiatan operasional sekolah. Pihak sekolah selanjutnya perlu melakukan pendataan ulang terhadap dokumen dan aset yang hilang akibat kebakaran.

Selain kerugian terhadap fasilitas, kerusakan ruang kelas juga berpotensi mengganggu aktivitas belajar mengajar siswa. Karena itu, penanganan pascakebakaran menjadi salah satu prioritas agar kegiatan pendidikan dapat kembali berjalan dengan aman.

Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata, telah meninjau lokasi kebakaran untuk melihat kondisi sekolah sekaligus memastikan penanganan terhadap fasilitas yang terdampak.

Pemerintah Kabupaten Karangasem berencana mengajukan bantuan revitalisasi gedung kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Apabila bantuan dari pemerintah pusat belum dapat direalisasikan pada 2026, Pemkab Karangasem menyiapkan alternatif melalui penganggaran dalam APBD Induk 2027.

Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan bangunan sekolah dapat kembali digunakan serta fasilitas pendidikan yang rusak dapat dipulihkan secara bertahap.

Sementara itu, pihak sekolah diminta segera melakukan pembersihan area terdampak dan puing-puing bangunan. Proses tersebut perlu dilakukan dengan memperhatikan faktor keselamatan sebelum ruangan kembali digunakan untuk kegiatan sekolah.

Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Karangasem juga menyatakan sekolah yang terdampak bencana akan menjadi salah satu prioritas dalam pemberian bantuan perbaikan.

Pemerintah daerah berharap proses pemulihan dapat dilakukan secepatnya sehingga kebakaran tidak berdampak panjang terhadap kegiatan belajar mengajar siswa SDN 4 Tianyar Barat.