Kelalaian Perusahaan Komunikasi, Kabel Menjuntai Bikin Banyak Korban

JAKARTA- Kabel menjuntai di DKI Jakarta memakan korban untuk ketiga kalinya. Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono jengkel sekali sewaktu mendengar kabar ini.

Sebagaimana diketahui, tercatat sudah ada tiga korban dari kabel menjuntai. Yang pertama adalah seorang mahasiswa bernama Sultan Rif’at Alfatih. Sultan hidup tidak normal gara-gara kecelakaan akibat kabel utilitas melintang di Jl Pangeran Antasari, Jakarta Selatan. Peristiwa kecelakaan itu terjadi pada 5 Januari 2023.

Kabel fiber optik yang menjuntai itu tersangkut mobil, lalu tertarik mobil dan memantul ke leher Sultan. Sultan seketika tak sadarkan diri. Tulang tenggorokan sultan putus. Saluran makan juga putus.

Sultan telah dirawat di RS Polri atas uluran tangan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Selanjutnya, ada seorang driver ojek online yang juga mengalami kecelakaan lalu lintas gara-gara motornya tersangkut kabel menjuntai. Peristiwa ini terjadi di Palmerah, Jakarta Barat. Korban dinyatakan meninggal dunia.

Terbaru, kabel yang melintang di Jalan KS Tubun II, Palmerah, Jakarta Barat, terputus hingga menjuntai ke jalan. Kabel terputus gegara tertarik truk yang melintas di lokasi tersebut.

Kanit Gakkum Polres Metro Jakarta Barat AKP Agus Suwito mengatakan kabel tersebut putus pada Rabu (9/8), pukul 22.30 WIB. Saat itu kendaraan truk Fuso melintas di lokasi dan tersangkut pada kabel yang melintang.

Baca Juga:   Buruh Bergerak Tuntut Kesejahteraan, Tol Cipularang Macet Berjam-jam

“Setibanya di lampu merah Slipi belok ke kanan melintasi Jalan KS Tubun II, setibanya dekat Indomaret 78 wilayah Palmerah, Jakarta Barat, kendaraan Mobil Truck Fuso BE-9066-YV tersangkut kabel yang melintang di atas,” kata Agus saat dihubungi, Kamis (10/8/2023) tadi.

Akibat tertarik truk, kabel tersebut pun putus dan menjuntai ke jalan. Dari informasi beredar, kabel yang terputus tersebut memakan korban pesepeda motor. Namun, lanjut Agus, pihak kepolisian belum menerima laporan dan tengah menyelidiki hal tersebut.

Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mendengar kasus ketiga ini dari awak media. Heru jengkel atas kecelakaan yang kembali terulang.

Hal tersebut disampaikan Heru setelah mengikuti evaluasi 10 bulan menjabat Pj Gubernur DKI Jakarta di Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada Kamis (10/8/2023) sore. Heru awalnya terkejut oleh kemunculan korban baru karena terjerat kabel menjuntai.

“Hah? Ceritanya gimana?” tanya Heru di lokasi.

“Awalnya kesangkut truk lagi, Pak,” jawab awak media.

“Ck (berdecak)… Gimana sih? Makanya gini ya. Sebelum ini semua kejadian yang berentetan, di bulan November kan kita udah turun. Saya udah kasih tahu,” kata Heru dengan jengkel.

Baca Juga:   Fraksi PDIP Backup Effendi Simbolon ke MKD DPR

Heru Minta Apjatel Bertindak
Heru telah mewanti-wanti Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) untuk memberikan perhatian khusus terhadap kondisi kabel menjuntai maupun berserakan di jalan. Hal tersebut disampaikan Heru saat melakukan sidak kabel utilitas trotoar Jakarta beberapa waktu lalu.

“Nah sekarang saya baru dikasih tahu Apjatel nih saya minta Apjatel untuk concern. Asbang (Asisten Pembangunan) sudah meminta, Asisten Pembangunan Pak Affan sudah meminta Apjatel untuk semua merapikan memastikan di area-area yang tadi, area yang strategis termasuk yang rawan. Itu satu bulan,” ucapnya.(SW)