“Saat awal dibuka pendaftaran ulang ada miss. Jadi saat preskon disampaikan semua peserta KJMU bisa mendaftar ulang dan tentunya verifikasi berjalan. Jadi poinnya dibuka dan semua penerima bisa mendaftar,” kata Widyastuti dalam rapat kerja di Komisi E DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (14/3/2024).
Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta Iman Satria lantas mempertanyakan mengapa polemik KJMU mencuat ke publik. Ia lantas menyoroti berkurangnya sasaran penerima KJMU dibandingkan tahun sebelumnya.
“Supaya clear, saya sendiri masih meraba-raba, yang menjadi permaslaah mrngenai apa? Anggaran atau mengenai jumlahnya? Saya lihat dari sisi anggaran. Anggaran yang disiapkan 2023 dan 2024 itu jomplang. Mohon koreksi kalau saya salah. Ini yang menjadi ramai di masyarakat,” kata Iman dalam forum tersebut.
Iman menyebut sasaran penerima KJMU turun dari sebelumnya 17 ribu penerima turun menjadi 7 ribu. Iman menyebut kondisi inilah yang menimbulkan kecemasan di masyarakat.
“Saya ingin mengetahui berapa anggaran yang disiapkan di 2023 dan berapa di 2024. Sasarannya mungkin sekitar 7 ribuan penerima KJMU dari 17 ribu di 2023. Tentu masyarakat cemas. Makanya saya tanya bapenda gimana penganggarannya. Kok bisa dianggarkan separuh jauh banget? Sementara KJMU harus berkesinambungan sampai akhir, tak bisa berhenti di tengah jalan,” tegasnya.
1 Komentar