kabarfaktual.com – Presiden Rusia Vladimir Putin diduga membantu kelompok Houthi Yaman dalam serangan ke kapal-kapal Israel di Laut Merah. Berdasarkan laporan Wall Street Journal, intelijen Rusia dikabarkan memberikan data satelit kepada Houthi untuk memantau jalur pelayaran kapal-kapal Barat dan Israel, yang menjadi target serangan rudal balistik dan drone kelompok tersebut.
Serangan yang dilakukan Houthi bertujuan memblokade jalur perdagangan utama di Laut Merah sebagai bentuk solidaritas kepada Palestina. Aksi ini menambah ketidakstabilan di kawasan dan memicu kekhawatiran negara-negara Barat, termasuk AS dan Inggris, karena meningkatnya biaya distribusi logistik ke Eropa.
Rusia, yang menghadapi tekanan dari Barat dalam konflik Ukraina, diduga mendukung Houthi sebagai bagian dari strategi untuk mengalihkan perhatian AS di Timur Tengah. Sumber menyebut data Rusia juga diteruskan kepada Iran dan Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC), yang bersekutu dengan Houthi dalam Poros Perlawanan.
Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, memperingatkan bahwa rencana Barat untuk mengirim pasukan ke Ukraina akan menyebabkan benturan langsung antara kekuatan nuklir, memperingatkan bahwa langkah tersebut bisa berujung pada “konsekuensi bencana.”
3 Komentar