Terus Melonjak, Harga Cabai Tembus Rp100 Ribu Per-kg

JAKARTA – Harga cabai terus melambung tinggi di pasaran. Melansir dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional dari Bank Indonesia, data mencatat harga mayoritas jenis cabai melonjak.

Per hari ini, Minggu, 19 November 2023, harga cabai rawit merah tertinggi ada di Pasar Tual, Maluku yakni mencapai Rp 118.750 per kilogram. Sementara di DKI Jakarta, harga cabai rawit merah adalah sebesar Rp 100.000 per kilogram.

Sementara harga rata-rata cabai rawit merah secara nasional per hari ini sebesar Rp 79.400 per kilogram. Angka ini naik 1,66 persen atau sebesar Rp 1.300 dibandingkan pekan sebelumnya.

Harga jenis cabai lainnya pun masih merangkak naik. Kenaikan paling tinggi terjadi pada cabai merah besar. Harga cabai merah besar secara nasional naik 4,87 persen menjadi Rp 61.400 per kilogram. Kemudian disusul harga cabai rawit hijau yang naik 2,13 persen atau Rp 1.300 menjadi Rp 62.200 per kilogram.

Selain itu, berdasarkan panel harga pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Rata-rata harga rawit merah di Indonesia mengalami kenaikan. Harga cabai rawit merah tertinggi ada di Bangka Belitung senilai Rp 100.370 per kg, kemudian terendah di Nusa Tenggara Timur Rp 49.010 per kg.

Baca Juga:   Perluas Akses Permodalan Petani Milenial, Kementan Gandeng PNM Lewat Pojok Kredit

Harga rata-rata rawit merah di pasar tradisional Indonesia terpantau naik Rp 1.400 menjadi Rp 62.740. Harga cabai merah keriting tertinggi ada di Kepulauan Bangka Belitung senilai Rp 85.600 per kg, kemudian terendah di Provinsi Papua Barat Rp 44.930 per kg.

Sementara itu Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi meminta seluruh pemerintah daerah menggencarkan berbagai program ketahanan pangan. Caranya, kata dia, dengan membangun pola kemitraan dan kerja sama dengan stakeholder terkait baik secara vertikal maupun horizontal.

Menurut Arief, hal ini sangat krusial di tengah upaya pemerintah menjaga inflasi. Dia meminta pemerintah daerah memastikan bahwa kebutuhan pangan bagi masyarakat tersedia secara cukup, aman, dan berkelanjutan.

“Soal pangan ini mesti dirinci satu per satu, jadi setiap daerah tahu secara rinci seperti apa situasi pangan di wilayahnya, berapa produksi dan berapa kebutuhan pangannya,” ucap Arief, dikutip dari keterangannya pada Ahad, 19 November 2023.

Kemudian, ia meminta pemerintah daerah merinci stok level setiap bahan pangan. Sebab, ia berujar Presiden Joko Widodo atau Jokowi memerintahkan jajarannya di pemerintah pusat hingga daerah untuk terus menjaga inflasi. Terlebih, pangan menjadi salah satu komponen penting yang berkontribusi signifikan terhadap inflasi secara umum.(SW)