running text
2 KKB Papua Tewas Kontak Tembak dengan TNI - Starlink Merambah Indonesia, Operator Seluler Lain Terancam - Pimpinan redaksi dan manajemen Kabarfaktual.com mengucapkan: Selamat Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1445 H/ 2024. Baca berita di Kabarfaktual.com, informasi akurat dan terpercaya. Temukan berita-berita melalui akun sosial media Kabarfaktual.com.

Tingkatkan Peran Penyuluh dan Petani, Kementan Yakin Produktivitas Meningkat Pesat

JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan selalu mengatakan bahwa program pembangunan pertanian memiliki tujuan utama yaitu menyediakan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia, meningkatkan kesejahteraan petani serta meningkatkan ekspor melalui peningkatan nilai tambah.

Mentan Amran berharap pada musim tanam pertama ini sukses meningkatkan produktivitas dan produksi padi. Untuk mewujudkan semua itu diperlukan dukungan dan partsipasi aktif dari petani dan penyuluh.

Sementara itu pada acara Mentan Sapa Petani dan Penyuluh (MSPP) volume 48 bertemakan “Dukungan Penyuluh dan Petani Dalam Peningkatan Produktivitas dan Produksi Padi dan Jagung”, Jumat (29/12/2023) di AOR BPPSDMP, secara virtual Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa perubahan iklim di Indonesia disebabkan meningkatnya efek Gas Rumah Kaca (GRK) di atmosfir, sehingga ekosistem tergangu termasuk ekosistem pertanian yang berdampak pada pangan.

“Peningkatan produktivitas pertanian dapat ditingkatkan melalui inovasi teknologi sarana dan prasarana sebanyak 25%, Peraturan Perundang-undangan 25% dan sumber daya manusia pertanian 50%. Termasuk didalamnya petani, penyuluh dan pemerhati pertanian, ujar Kabadan Dedi.

Baca Juga:   Pastikan Kerjasama Berjalan, Kementerian Pertanian Kunjungi Calon Lokasi Magang di Jepang

Narasumber MSPP, Penyuluh Pertanian pada Pusat Penyuluhan Pertanian, Siti Nurjanah mengatakan bahwa untuk menyikapi mahalnya harga pupuk anorganik, Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan antisipasi ketersediaan pangan dengan mendorong petani menggunakan pupuk organik melalui Gerakan Tani Pro Organik (GENTA ORGANIK).

“Genta Organik merupakan suatu gerakan pertanian pro organik yang meliputi pemanfaatan pupuk organik, pupuk hayati, dan pembenah tanah sebagai solusi terhadap masalah pupuk mahal. Gerakan ini mendorong petani untuk memproduksi pupuk organik, pupuk hayati dan pembenah tanah secara mandiri, jelas Nurjanah.

Nurjanah menambahkan melalui program Genta Organik dapat menekan biaya produksi pertanian dengan mengurangi penggunaan pupuk kimia dan menerapkan pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan.

“Genta organik tidak berarti mengharamkan penggunaan pupuk anorganik (kimia), melainkan boleh menggunakan pupuk kimia dengan ketentuan tidak berlebihan atau mengikuti konsep pemupukan berimbang, imbuhnya. (HV/NF)