kabarfaktual.com – Produsen baterai global Contemporary Amperex Technology Co. Ltd (CATL) resmi memperkuat perannya di industri otomotif Indonesia dengan memasok baterai untuk sejumlah mobil hybrid Toyota. Langkah ini dilakukan setelah komitmen investasi senilai Rp1,3 triliun melalui fasilitas produksi di Karawang, Jawa Barat.
Kerja sama ini akan mendukung produksi baterai untuk berbagai model hybrid Toyota yang sudah dipasarkan di dalam negeri, seperti Toyota Kijang Innova Zenix, Toyota Yaris Cross HEV, hingga Toyota Veloz HEV.
Sebelumnya, Toyota melalui Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) telah memproduksi battery pack secara bertahap. Pada 2022, produksi dimulai dengan baterai jenis Nickel Metal Hydride (NiMH) untuk Kijang Innova Zenix.
Kemudian pada 2023, Toyota menambah lini produksi baterai Lithium-ion (Li-ion) untuk Yaris Cross Hybrid Electric Vehicle (HEV). Memasuki 2025, kapasitas produksi meningkat hingga mampu memasok baterai untuk tiga model sekaligus, termasuk Veloz HEV.
Dengan masuknya CATL, ke depan pasokan baterai akan semakin terintegrasi karena mencakup produksi sel dan modul, tidak hanya perakitan (assembling) semata.
Presiden Direktur TMMIN, Nandi Julyanto, mengungkapkan bahwa kolaborasi ini berdampak besar terhadap peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Menurutnya, sebelumnya kontribusi TKDN dari baterai hanya sekitar 8 persen karena masih sebatas perakitan. Namun dengan produksi sel dan modul di dalam negeri, angka tersebut berpotensi melonjak hingga 80 persen.
Meski demikian, Nandi belum memastikan apakah penggunaan baterai lokal ini akan berdampak langsung pada harga jual kendaraan hybrid Toyota di Indonesia.
Wakil Presiden TMMIN, Bob Azam, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari strategi besar untuk memperkuat ekosistem kendaraan elektrifikasi di Indonesia.
Menurutnya, kehadiran CATL akan membantu membangun rantai pasok baterai dari hulu hingga hilir di dalam negeri, sehingga industri otomotif nasional menjadi lebih mandiri dan kompetitif.
Sementara itu, pihak Toyota-Astra Motor (TAM) melalui Direktur Pemasaran Jap Ernando Demily belum memberikan komentar terkait potensi dampak kerja sama ini terhadap strategi harga maupun pasar.
Produksi perdana baterai hybrid hasil kolaborasi ini dijadwalkan dimulai pada semester kedua 2026. Meski belum diumumkan model spesifik yang akan menggunakan baterai tersebut, dipastikan kendaraan yang memanfaatkannya adalah model yang sudah diproduksi di dalam negeri.
Saat ini, harga mobil hybrid Toyota di Indonesia berada pada kisaran:
- Kijang Innova Zenix HEV: Rp474,7 juta – Rp629,8 juta
- Yaris Cross HEV: Rp448,8 juta – Rp463,3 juta
- Veloz HEV: Rp308 juta – Rp389 juta
Kolaborasi antara CATL dan Toyota ini dinilai sebagai langkah strategis dalam mendorong industrialisasi kendaraan ramah lingkungan di Indonesia. Selain meningkatkan TKDN, investasi ini juga memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat produksi baterai kendaraan listrik dan hybrid di kawasan Asia Tenggara.
Dengan integrasi produksi baterai di dalam negeri, Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga pemain penting dalam rantai pasok global industri kendaraan elektrifikasi.
Tinggalkan Balasan