kabarfaktual.com, Bone – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa menggelar Workshop Digitalisasi Konten Pertanian Berbasis Artificial Intelligence (AI) yang diikuti 150 mahasiswa di Aula Kampus II Polbangtan Gowa, Kabupaten Bone, Sabtu (9/5/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas sumber daya manusia pertanian dalam memanfaatkan media digital sebagai sarana penyebarluasan informasi pertanian kepada masyarakat luas. Selain itu, workshop juga menjadi langkah strategis untuk menjawab tantangan era digital, di mana sektor pertanian dituntut tidak hanya adaptif dalam produksi, tetapi juga mampu menyampaikan informasi secara kreatif dan efektif.
Workshop menghadirkan Wakil Direktur III Polbangtan Gowa, Kisman Awaluddin Arsyad, serta dosen DKV Universitas STEKOM Semarang, Wibi Ardi Alvianto, sebagai narasumber. Kegiatan turut dihadiri dosen dan mahasiswa Polbangtan Gowa.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi digital bertujuan mengoptimalkan komunikasi, penyuluhan, serta diseminasi inovasi pertanian kepada petani melalui kelembagaan kelompok tani dan peran penyuluh.
“Digitalisasi berperan mempercepat arus informasi, mulai dari teknologi budidaya, pemupukan, hingga pengendalian hama dan penyakit, termasuk penyampaian kebijakan pemerintah agar dapat diterima petani lebih cepat dan menjangkau wilayah lebih luas,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa penyuluh memiliki peran strategis sebagai fasilitator utama informasi digital. Penyuluh tidak hanya mendampingi petani dalam mengakses informasi, tetapi juga membantu pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan kapasitas dan kinerja usaha tani.
Senada dengan itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin Awaludin terus mendorong pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT) guna memodernisasi sektor pertanian sekaligus meningkatkan kompetensi SDM pendidikan vokasi pertanian.
Ia menekankan pentingnya penguasaan teknik prompt engineering atau kemampuan menyusun perintah yang tepat kepada AI agar hasil yang diperoleh sesuai dengan kebutuhan sektor pertanian.
Dalam sambutannya, Kisman Awaluddin Arsyad mengatakan bahwa workshop ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas sekaligus membuka peluang ekonomi melalui pembuatan konten digital berbasis pertanian.
“Saya berharap konten-konten yang dihasilkan mahasiswa dapat berbasis pertanian dan memiliki nilai manfaat. AI hanyalah alat bantu, sehingga penggunaannya tetap harus memperhatikan etika keilmuan karena kita berada di lingkungan akademik,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa kualitas hasil AI sangat dipengaruhi oleh kemampuan pengguna dalam menyusun prompt atau instruksi.
Sementara itu, Wibi Ardi Alvianto menjelaskan bahwa workshop ini bertujuan meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam membuat video konten pertanian berbasis AI serta mendorong pemanfaatan media digital untuk memperluas akses informasi pertanian kepada masyarakat.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital juga membuka peluang ekonomi kreatif baru bagi generasi muda, termasuk melalui platform media sosial seperti TikTok Affiliate.
“Selama hampir tujuh jam workshop berlangsung, peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dan disiplin. Meski video animasi berbasis AI masih tergolong baru bagi peserta, hasil karya yang dibuat sudah layak dipublikasikan di media sosial maupun website,” katanya.
Ia mengaku optimistis mahasiswa Polbangtan Gowa mampu menghasilkan karya kreatif yang tidak hanya bermanfaat, tetapi juga memiliki nilai ekonomi di masa mendatang.
Tinggalkan Balasan