kabarfaktual.com, Gowa – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan vokasi dan tata kelola kelembagaan. Setelah sukses melaksanakan Audit Surveillance Integrasi ISO, Polbangtan Gowa menggelar Pelatihan Transisi Terintegrasi ISO 21001:2025 dan ISO 37001:2025 pada 1–2 Juli 2026 sebagai langkah strategis menuju penerapan standar internasional terbaru.
Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pemahaman seluruh sivitas akademika terhadap perubahan standar ISO 21001:2025 tentang Sistem Manajemen Organisasi Pendidikan dan ISO 37001:2025 tentang Sistem Manajemen Anti Penyuapan, sekaligus memperkuat implementasi sistem manajemen terintegrasi di lingkungan Polbangtan Gowa.
Standar terbaru tersebut menitikberatkan pada penguatan tata kelola organisasi, pendekatan berbasis risiko, budaya integritas, serta peningkatan mutu layanan pendidikan yang berorientasi pada peserta didik.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia merupakan fondasi utama dalam mewujudkan pertanian yang maju dan berdaya saing.

“Kemajuan pertanian kita sangat bergantung pada kemampuan dan kompetensi SDM. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk meningkatkan kemampuan SDM melalui pelatihan dan pendidikan berkualitas,” tegas Amran.
Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan bahwa peningkatan kapasitas SDM menjadi faktor penting dalam mendukung produktivitas dan ketahanan pangan nasional.
“SDM memegang peranan penting dalam sektor pertanian karena menjadi faktor utama dalam peningkatan produktivitas dan ketahanan pangan di Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menegaskan bahwa penguatan kualitas SDM merupakan kunci pembangunan sektor pertanian. Menurutnya, lembaga pendidikan vokasi harus mampu mencetak generasi muda yang inovatif, adaptif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja.
Pelatihan diikuti oleh 76 peserta yang terdiri atas dosen, tenaga kependidikan, serta Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP). Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi mengenai perkembangan sistem manajemen terintegrasi, perubahan utama pada ISO 21001:2025 dan ISO 37001:2025, penerapan Harmonized Structure (HS), Risk-Based Thinking, Climate Change Consideration, Governance, serta Integrity. Peserta juga mendalami implementasi persyaratan pada Klausul 4 hingga Klausul 8 yang mencakup konteks organisasi, kepemimpinan, perencanaan berbasis risiko, dukungan organisasi, hingga operasional. Kegiatan ditutup dengan penyusunan Gap Analysis dan Roadmap migrasi sebagai acuan penerapan standar baru.
Pada hari kedua, pelatihan difokuskan pada peningkatan kompetensi auditor internal melalui penyegaran materi ISO 21001:2025, ISO 37001:2025, serta prinsip audit berdasarkan ISO 19011:2018. Peserta dibekali kemampuan menyusun program audit, audit plan, audit checklist, teknik sampling, pengumpulan bukti audit, hingga teknik wawancara, observasi, dan verifikasi berbasis risiko.
Sebagai implementasi materi, peserta mengikuti simulasi audit internal yang dibagi menjadi tiga kelompok sesuai ruang lingkup audit, yakni Direktorat dan Unit Penjaminan Mutu, Akademik dan Program Studi, serta Administrasi Umum, SDM, dan Keuangan. Simulasi tersebut menghasilkan berbagai temuan audit, Opportunity for Improvement (OFI), Non-Conformity Report (NCR), dan Corrective Action Request (CAR) sebagai bahan evaluasi untuk mendorong perbaikan berkelanjutan.
Wakil Direktur II Polbangtan Gowa, Mufidah Muis, saat membuka pelatihan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam menjaga mutu pendidikan vokasi, memperkuat tata kelola yang transparan, serta membangun budaya integritas di seluruh unit kerja.
“Pelatihan ini bertujuan menyelaraskan dan memperbarui standar mutu yang diterapkan di Polbangtan Gowa agar sesuai dengan ketentuan terbaru, sehingga kualitas institusi dapat terus terjaga dan meningkat,” ujar Mufidah.
Melalui pelatihan ini, Polbangtan Gowa semakin siap mengimplementasikan ISO 21001:2025 dan ISO 37001:2025 secara optimal. Langkah tersebut diharapkan mampu mewujudkan sistem manajemen pendidikan yang adaptif, efektif, berorientasi pada peserta didik, serta didukung tata kelola yang profesional, akuntabel, dan berintegritas.
Tinggalkan Balasan