Kondisi ini memicu kekhawatiran di kalangan pendidik dan akademisi mengenai dampak terhadap kualitas pendidikan di Indonesia. Banyak yang menilai bahwa penurunan anggaran ini dapat memperburuk kesenjangan dalam akses dan kualitas pendidikan, terutama di daerah-daerah yang sudah mengalami kekurangan fasilitas dan sumber daya. Nadiem Makarim menekankan perlunya dialog lebih lanjut dengan DPR untuk mencari solusi agar program-program prioritas tetap dapat berjalan efektif meski dengan anggaran yang terbatas.
Selain itu, penurunan anggaran ini juga dapat mempengaruhi keberlangsungan berbagai program inovasi dan riset yang krusial bagi pengembangan pendidikan dan teknologi di masa depan. Dengan anggaran yang lebih kecil, Kemendikbud Ristek harus membuat keputusan sulit tentang prioritas pengeluaran dan mencari cara-cara alternatif untuk memastikan bahwa program-program penting tetap mendapatkan dukungan yang diperlukan.
4 Komentar