Bersama Pemda Bantaeng, Kementan Wujudkan Regenerasi Petani

Bantaeng
Direktur Polbangtan Gowa Detia Tri Yunandar saat melakukan audiensi dengan Bupati Bantaeng Ilham Syah Azikin, pada Kamis (09/03). (Sumber: Humas Polbangtan Gowa)

GOWA – Sejak beberapa tahun terakhir, sektor pertanian terus tumbuh positif meski saat pandemi dan bahkan saat sektor lain terpuruk. Sehingga pertanian menjadi salah satu sektor yang memegang peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional.

Namun demikian Kementerian Pertanian (Kementan) melihat bahwa petani yang berusia muda di Indonesia hanya sekitar 8 persen saja atau sekitar 2,7 juta orang. Sisanya lebih dari 90 persen adalah petani yang berusia tua.

Untuk mencetak petani muda serta mempercepat proses regenerasi petani di Indonesia, Kementan bekerjasama dengan International Fund for Agricultural Development (IFAD), melahirkan Program YESS (Youth Entrepreneurship and Employment Support Services)

Program YESS di Indonesia menyasar pafa empat provinsi yakni Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan. Adapun di Sulawesi Selatan terbagi di 5 kabupaten yaitu Kabupaten Bantaeng, Bulukumba, Bantaeng, Bone dan Gowa.

Program YESS akan menjadi role model pengembangan regenerasi petani di pedesaan, melalui penyediaan fasilitas, bimbingan dan pelatihan kepada anak muda untuk menjadi wirausahawan di sektor pertanian.

Perihal regenerasi petani, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan,

“Kita fasilitasi mereka, kita tingkatkan pengetahuan dan kemampuan mereka melalui pelatihan. Kita manfaatkan teknologi, alsintan, jejaring hingga jejaring pemasaran. Kita ubah pola pikir generasi millennial bahwa pertanian itu keren, hebat, dan satu-satunya sektor yang menjanjikan terlebih di tengah pandemi ini”, kata Syahrul.

Baca Juga:   Kementerian Pertanian Akselerasi Peningkatan Luas Tanam dan Produksi Padi dan Jagung 2024

Syahrul pun optimis ditangan generasi muda, sektor pertanian akan lebih maju, kebutuhan akan pangan hingga ketahanan pangan pun akan terwujud.

Senada dengan Menteri Pertanian, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi, menyatakan program YESS dirancang untuk menghasilkan wirausahawan muda pedesaan di bidang pertanian dan untuk menghasilkan tenaga kerja yang kompeten di bidang pertanian.

“Keberhasilan program YESS akan menjadi percontohan dan tolok ukur untuk pelaksanaan program pengembangan pemuda tani dan kewirausahaan muda di tingkat nasional maupun internasional. Dengan demikian maka pengelolaannya harus dilakukan dengan baik, oleh tenaga yang profesional dan berkomitmen tinggi,” ujar Dedi.

Dalam upaya penguatan perencanaan program Yess tahun 2023, Direktur Polbangtan Gowa Detia Tri Yunandar melakukan audiensi dengan Bupati Bantaeng Ilham Syah Azikin, pada Kamis (09/03).

Bertempat di rumah jabatan Bupati Bantaeng, Detia melakukan audiensi dengan didampingi Project manager YESS PPIU Sulsel Kisman A. Arsyad beserta tim Mobilizer dan Fasmud.

“Keberhasilan Program YESS di Kabupaten  Bantaeng menjadi harapan besar bagi kami. Oleh karenanya, Kami mohon dukungan Bapak Bupati dan Pemerintah Kabupaten Bantaeng dalam suksesnya pelaksanaan Program YESS kedepannya” ujar Detia.

Baca Juga:   Wujudkan Swasembada Pangan melalui Pompanisasi, Kementan Bakal Libatkan Peran Petani Millenial

Ilham Syah menangapi positif dan akan terus mensupport Program YESS di daerahnya.

“Program regenerasi petani Kementan, dalam hal ini Program YESS ikut menurunkan angka pengangguran terbuka, tidak hanya itu, Ilham Syah Azikin juga mengatakan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bantaeng meningkat,

“Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bantaeng meningkat, dan saat ini masuk dalam urutan ke-8 Nasional. Dengan bantuan support teman-teman Program YESS juga tentang semangat beraktifitas pada sektor pertanian” ujar Ilham.

Diakhir pertemuan Tim PPIU Sulsel menutup dengan penyampaian program Workshop Model Bisnis yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini untuk para penerima manfaat di Kabupaten Bantaeng. (Sumber: Humas Polbangtan Gowa)