Beranda / Nasional / BI Banten dan Kemenag Perkuat Layanan Publik serta Investasi Daerah

BI Banten dan Kemenag Perkuat Layanan Publik serta Investasi Daerah

BI Banten menggelar forum investasi UMKM KKBxBIF 2026 di Tangerang Selatan, sementara Kemenag meraih tiga penghargaan AHI 2026 atas keterbukaan informasi publik.
Diperbarui 11/10/2026 20:35 WIB

kabarfaktual.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten bersama Pemerintah Provinsi Banten memperkuat ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sekaligus mendorong masuknya investasi berkualitas melalui penyelenggaraan Karya Kreatif Banten (KKB) x Banten Investment Forum (BIF) 2026.

Kegiatan yang berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 di Tangerang Selatan tersebut bertujuan mengoptimalkan potensi Banten sebagai wilayah penyangga megapolitan, sekaligus memperluas peluang pasar bagi UMKM lokal dan meningkatkan daya tarik investasi daerah.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Banten Sofwan Kurnia mengatakan, penguatan kapasitas usaha, digitalisasi, serta perluasan akses pembiayaan dan pasar menjadi faktor penting untuk mendorong UMKM naik kelas.

“Penguatan kapasitas, digitalisasi, serta perluasan akses pembiayaan dan pasar menjadi kunci utama agar UMKM lokal mampu naik kelas dan terintegrasi dengan rantai pasok industri,” kata Sofwan dalam keterangannya di Serang, Jumat.

Menurutnya, pengembangan UMKM dan percepatan investasi perlu berjalan beriringan untuk memperkuat fondasi perekonomian daerah. Upaya tersebut juga sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Banten yang mencapai 5,49 persen pada triwulan II 2026, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional.

Selain memperkuat UMKM, KKB x BIF 2026 menjadi sarana untuk mempertemukan potensi proyek unggulan daerah dengan calon investor, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Sofwan menjelaskan, BI Banten terus memfasilitasi penyiapan proyek investasi potensial agar memiliki kesiapan yang memadai untuk ditawarkan kepada investor.

Ia menegaskan, forum investasi tersebut tidak hanya berorientasi pada promosi potensi daerah, tetapi juga diarahkan untuk mengidentifikasi dan mengatasi berbagai hambatan yang dihadapi investor di lapangan.

“Forum ini tidak hanya berfungsi sebagai wadah promosi produk dan potensi daerah, melainkan juga difokuskan untuk mengurai berbagai hambatan investasi di lapangan, termasuk kendala perizinan dan tata ruang,” ujarnya.

Melalui pendekatan tersebut, pemerintah daerah bersama BI berharap proses investasi dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat nyata bagi perekonomian Banten.

Rangkaian kegiatan KKB x BIF 2026 diisi dengan berbagai agenda, mulai dari pameran produk unggulan UMKM, business matching, peragaan busana, hingga penandatanganan kesepakatan komitmen investasi dari sejumlah perusahaan.

Pameran UMKM menjadi kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk kepada pasar yang lebih luas. Sementara itu, kegiatan business matching membuka peluang kerja sama bisnis dan mempertemukan pelaku usaha dengan calon mitra potensial.

Di sisi investasi, forum tersebut menjadi ruang bagi pemerintah dan pelaku usaha untuk membahas peluang pengembangan proyek serta membangun komitmen kerja sama yang dapat mendorong masuknya modal ke daerah.

Sofwan berharap kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan seluruh pemangku kepentingan dapat menciptakan ekosistem ekonomi Banten yang semakin produktif, inklusif, dan berdaya saing tinggi.

Dengan penguatan UMKM dan fasilitasi investasi secara bersamaan, Banten diharapkan mampu mengoptimalkan posisinya sebagai kawasan strategis penyangga megapolitan sekaligus memperluas kontribusi sektor usaha lokal terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Baca Selanjutnya
BI Banten dan Kemenag Perkuat Layanan Publik serta Investasi Daerah BI Banten dan Kemenag Perkuat Layanan Publik serta Investasi DaerahNasional · 1 hari yang lalu

Berita Terkait