Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat kinerja ekspor produk perikanan Indonesia sepanjang semester I tahun 2026 mencapai 566,25 ribu ton. Secara nilai, total ekspor tersebut mencapai 3 miliar dolar AS atau setara dengan Rp52,6 triliun.
Data ini disampaikan oleh Plt. Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan, Ishartini, dalam keterangan pers di Jakarta pada Sabtu, 12 September 2026. Capaian ini menjadi indikator penting bagi sektor perikanan nasional dalam mempertahankan posisi di pasar global.
Produk perikanan Indonesia saat ini telah dipasarkan ke 152 negara yang tersebar di berbagai kawasan, mulai dari Asia, Afrika, Eropa, Amerika, hingga Timur Tengah. Selain itu, produk nasional juga telah menembus pasar Australia, Selandia Baru, serta negara-negara di kawasan Pasifik.
Komoditas Unggulan dan Standar Mutu
Kinerja ekspor tersebut ditopang oleh sejumlah komoditas unggulan. Produk yang menjadi andalan meliputi udang vanname, rumput laut, tuna, sarden, tenggiri, cakalang, serta cumi-sotong-gurita. Selain itu, terdapat pula karagenan, kerapu, kepiting, dan rajungan yang berkontribusi pada nilai ekspor tersebut.
Perluasan pasar ekspor ini didukung oleh penerapan sertifikasi mutu dengan standar internasional yang diterapkan dari sektor hulu hingga hilir. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kualitas dan keamanan produk perikanan Indonesia di pasar internasional.
Hingga akhir semester I 2026, KKP mencatat sebanyak 1.162 perusahaan perikanan telah memenuhi sertifikasi mutu dan melakukan kegiatan ekspor. Jumlah tersebut terdiri atas 900 unit pengolah ikan, 229 unit pengekspor ikan hidup, dan 33 unit produksi benih ikan.




