Faizal Sebut Ada Pengalihan Isu Jelang Sidang Korupsi Bendahara PBNU

JAKARTA – Faizal Assegaf angkat bicara usai dipolisikan buntut cuitan ‘Ketum PBNU Pembenci Habaib’. Faizal menduga laporan itu sebagai upaya pengalihan sidang korupsi yang menjerat Bendahara Umum PBNU Mardani Maming.

“Ini kan saya duga upaya dari Yahya Staquf dan Yaqut karena tanggal 10 November Bendahara PBNU akan disidangkan secara resmi, persidangan kasus korupsi bendahara umum PBNU Mardani Maming,” kata Faizal saat dihubungi, Selasa (8/11/2022).

Menurut Faizal, dia menduga laporan yang telah dilayangkan itu sebagai upaya memecah perhatian publik terkait persidangan kasus Mardani Maming.

“Laporan ini mungkin untuk mengalihkan sorotan publik karena persidangan Mardani Maming ini strategis,” kata Faisal.

Faizal menjelaskan soal cuitannya yang menyebut Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf sebagai pembenci habaib. Dia mengatakan cuitan itu berkaitan dengan pernyataan Yahya Cholil Staquf yang menyampaikan habaib sebagai pendatang di Indonesia.

“Laporan itu menyangkut dengan video Ketua PBNU Yahya Staquf yang mengatakan para habaib pengungsi. Kemudian saya mempertanyakan data fakta naskah akademisnya apa dasar yang menyebutkan habaib datang ke Indonesia sebagai pengungsi karena itu sebagai pelecehan dan tidak ditemukan dalam bukti-bukti otentik ya. Kemudian itu menjadi pokok pelaporan yang mereka anggap menghina,” katanya.

Baca Juga:   Desakan Al Zaytun Dibubarkan Semakin Kuat, Aset Bisa Dimanfaatkan Perguruan Tinggi Negeri

Lebih lanjut Faizal mengatakan tidak mempermasalahkan laporan dari GP Ansor. Dia mengaku bakal menghadapi proses hukum dari laporan tersebut.

“Saya berkesimpulan itu hak mereka ketika melaporkan saya ke kantor polisi,” pungkasnya.(SW)