Jika Pajak Dikorupsi, NU Ancam Tak Bayar Pajak

SURABAYA – Mantan Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj mengancam akan mengajak ulama dan warga Nahdlatul Ulama (NU) agar tak membayar pajak jika memang terbukti diselewangkan. Pernyataan tersebut diamini oleh Ketua PWNU Jatim KH Abdussalam Shohib.

“Saya sepakat dengan dawuh beliau (Said Aqil),” tegas ulama yang akrab disapa Gus Salam tersebut kepada detikJatim, Rabu (1/3/2023).

Gus Salam menyebut, NU pernah membahas terkait permasalahan penyelewengan pajak yang dilakukan Gayus Tambunan pada 2012 silam.

“Karena pas tahun 2012, hasil bahtsul masail PBNU menyatakan begitu (akan mengancam mengajak warga NU tidak membayar pajak jika diselewengkan),” jelasnya.

Pengasuh Ponpes Denanyar Jombang ini melanjutkan, jika kelakuan pegawai perpajakan masih suka korupsi, tidak menutup kemungkinan PWNU Jatim juga akan bersikap.

“Karena kalau diselewengkan, sama dengan kita membantu orang yang melakukan kejahatan,”ujarnya.

Gus Salam juga menyoroti penghasilan pegawai pajak di Indonesia dalam LHKPN yang tidak wajar dengan apa yang mereka jabat saat ini.

“Dari berita yang kami baca, masih banyak oknum-oknum yang hartanya tidak wajar, bahkan konon ada puluhan ribu pegawai pajak yang tidak bayar pajak. Ini sangat menyakiti rakyat,” sebutnya.

Baca Juga:   Banser NU Kembali Jaga Gereja di Jakarta

Gus Salam meminta momen ini sebagai ajang bersih-bersih di pegawai perpajakan yang melakukan penyelewengan.

“Maka, ini momentum pemerintah untuk memperbaiki kinerja Menkeu dan jajarannya di bidang pajak. Mestinya pejabat dan pegawai itu menjadi teladan baru, kemudian sosialisasi kepada rakyat untuk melakukan kewajiban, semisal bayar pajak,” ungkapnya.

“Kami juga mendorong aparat berwenang untuk memeriksa pegawai dengan transparan. Ini penting untuk mengembalikan kepercayaan publik, sehingga tidak ada keraguan,” tandasnya.(SW)