Pembongkar Kasus AKBP Achiruddin Dapat Teror Ancaman

JAKARTA – Pemilik akun Twitter @mazzini_gsp yang membongkar kasus AKBP Achiruddin diduga menerima ancaman yang tertuju kepada dirinya dan keluarga. Akun tersebut sebelumnya ikut membongkar kasus penganiayaan yang dilakukan anak pejabat polisi AKBP Achiruddin Hasibuan.

Sebelumnya, akun @mazzini_gsp mengaku mundur dari media sosial atas saran dari psikolog untuk fokus pemulihan diri.

“Berdasarkan saran psikolog dan beberapa kawan-kawan Twitter yang saya mintai pendapat. Gue izin undur diri, log out dulu dari semua medsos supaya lebih fokus saat konseling dan pemulihan diri,”kicau dia.

Akun Political Jokes ID @PolJokesID, mengaku menghubungi Mazzini untuk mengonfirmasi kabar tersebut. Dalam tangkapan layar (screenshot) Whatsapp mereka, Mazzini mengaku “semakin bingung” karena menerima hujatan dan fitnah di media sosial. Ia mengaku hinaan juga sudah mulai menyerang keluarganya.

Karena tweet ini mimin coba chat @mazzini_gsp takut doi kenapa2, soalnya dari semalem ga nongol di TL, mau mastiin aman.

Biar ga simpang siur, ternyata bener doi dapet ancaman, fitnah terlebih lagi kena mental gara2 banyak anon2 buzzer gatau dari mana nyerang privasi doi. 🤦 https://t.co/v9gYZw14KA pic.twitter.com/yYx6eTtRmz

— Political Jokes ID (@PolJokesID) May 3, 2023
“Sekarang ini gue udah semakin bingung banget sama hujatan dan fitnah di medsos ke gue karena hinaannya. Yg biasanya cuma ke personal gue, tapi beberapa bulan belakangan udah mulai hina keluarga gue,” tulisnya.

Mazzini mengatakan, ancaman yang biasa datang kepadanya berupa penjara atau ancaman bersifat fisik. “(Itu) masih sanggup gue hadapin,” tulisnya.

Baca Juga:   KKB Papua Ancam Tembak Pilot Susi Air, Ini Respon Panglima TNI

Selain ancaman, dalam percakapannya itu, Mazini juga mengaku kerap dihina “kayak pengangguran, riding wave keramaian, atau ejekin gue dikasih uang pas ketemu Meneku, gue penjilat Polisi, gue cari makan dari musibah orang,”

Sebelumnya, Mazzini memang menjadi salah satu influencer (pemengaruh) yang bertemu dengan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani di Kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada Jumat 17 Maret lalu.

Pertemuan yang berlangsung dari pukul 19.30 WIB hingga 23.00 WIB itu, salah satunya membicarakan soal penanganan kasus mantan pejabat Ditjen Pajak Kemenkeu Rafael Alun Trisambodo (RAT).

Selain Mazzini, ada nama Rudi Valinka (@kurawa), Dee Lestari, Bintang Emon, Babe Cabita, Marcel Siahaan, Chandra Darusman, Felicia Tjiasaka, Richard Sam Bera, dr Tirta, dan Guntur Romli.

Terhadap ancaman dan hinaan tersebut, Mazzini mengaku “gak ambil pusing.” Tuduhan menerima uang dari Menkeu, Sri Mulyani menurut Mazzini pun telah dibantahnya. “Gitu pun tuduhan gue dibayar polisi atau pihak korban saat gue ajakin anak-anak yg follow Twitter gue buat gerak bantuin,”

Namun dua bulan belakangan, Mazzini mengungkapkan caci maki mulai “bawa-bawa Ibu dan adek gue makin sering gue dapat di DM,”

Pada mulainya, ia mengabaikan DM tersebut “biar gue gak jadi manusia pendendam akibat ingat nama akun, ava & isi pesan,”

Baca Juga:   Dirut Taspen Dinonaktifkan Buntut Penyidikan Korupsi Investasi Fiktif di KPK

Akan tetapi, dua bulan belakangan, Mazzini mengaku semakin sering mendapat hal serupa. Alhasil, ia merasa emosi “makin numpuk, udah mulai ganggu,” Karena hal itu pula, ia memilih menanyakan pendapat psikolog dan teman-temannya.

“Solusinya log out fokus konsul sampe mental gue stabil lagi,” kata dia.

Sebelumnya, akun @mazzini_gsp menjadi salah satu akun yang menyebarkan video viral penganiayaan mahasiswa Ken Admiral oleh anak AKBP Achiruddin Hasibuan, Aditya Hasibuan.

Warganet lantas membongkar harta kekayaan perwira menengah tersebut. Alhasil, polisi menemukan dugaan gratifikasiyang dilakukannya.

AKBP Achiruddin hingga akhirnya dipecat atau Pemberhentian Dengan Tidak Hormat (PTDH) dari Polda Sumatra Utara (Sumut). Pasalnya, Achruddin dianggap membiarkan kejadian tesebut serta pernah melakukan sejumlah pelanggaran hukum dan etik.

“Kemudian ada beberapa pelanggaran hukum, disiplin, yang pernah diproses terlebih dahulu. Ada lima sebelumnya. Ada aturan di Polri, tiga saja, bisa dijatuhi sanksi disiplin PDTH, ” kata Kapolda Sumut, Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak.(SW)