Dewan Kolonel merupakan wadah bagi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fraksi PDIP yang mendukung Puan Maharani maju sebagai calon presiden (capres). Dewan ini dibentuk tiga bulan lalu dan memiliki basecamp di Jakarta.
Tak lama setelahnya, pendukung Ganjar Pranowo sebagai capres membentuk Dewan Kopral untuk menandingi Dewan Kolonel. Rencananya, Dewan Kopral bakal mendeklarasikan diri pada Oktober mendatang.
Menurut Hasto, baik Dewan Kolonel maupun Dewan Kopral sama-sama merupakan guyonan politik. “Ya, namanya ini ka guyonan politik. Nanti ada dewan prajurit, dewan panglima, ada dewan kepala daerah, ya itu. Kita sudah tegaskan tidak ada,” kata dia.
Hasto menilai Dewan Kolonel menyalahi AD/ART Partai. Kendati begitu, ia menyebut partainya tidak akan menertibkan Dewan Kolonel karena dinilai tidak ada. “Ya karena ngga ada, apa yang mau ditertibkan?” kata dia.
Sebelumnya, Hasto mengatakan telah berkomununikasi dengan anggota DPR Fraksi PDIP, Utut Adianto dan Bambang Wuryanto, yang didapuk menjadi Jenderal di Dewan Kolonel. Dia menjelaskan, Dewan Kolonel disebut Utut dan Bambang hanya guyonan dalam politik. Sebab, kata dia, PDIP tidak menghendaki struktur partai menyerupai struktur militer.
1 Komentar