Polres Karo resmi meningkatkan status penanganan perkara keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa ratusan siswa di Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Perubahan status dari penyelidikan ke tahap penyidikan ini dilakukan setelah pihak kepolisian menemukan adanya dugaan tindak pidana dalam peristiwa tersebut.
Peningkatan status ini menjadi langkah krusial dalam proses penegakan hukum untuk mengungkap penyebab pasti keracunan massal yang terjadi. Masyarakat perlu mengetahui perkembangan ini karena menyangkut keamanan pangan dalam program makan bergizi yang berdampak langsung pada kesehatan para siswa di wilayah tersebut.
Kasi Humas Polres Karo AKP Pedoman Maha mengonfirmasi bahwa pihaknya telah melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. Saksi yang dimintai keterangan mencakup guru, siswa, hingga dokter di rumah sakit yang menangani para korban keracunan.
Proses Hukum dan Pemeriksaan Saksi
Penyidik saat ini masih terus melengkapi berkas perkara sebelum melakukan gelar perkara secara formal. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh bukti yang dikumpulkan memenuhi unsur tindak pidana yang disangkakan.
Selain proses hukum di tingkat lokal, penanganan korban juga menjadi perhatian serius. Dua orang korban bahkan telah dibawa ke Jakarta atas permintaan Wakil Presiden untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Pihak kepolisian berkomitmen untuk menuntaskan penyelidikan ini secara transparan guna menentukan pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.




