Selain itu, Microlearning juga mengharuskan siswa untuk memiliki kemampuan belajar mandiri yang baik. Mereka perlu memiliki disiplin diri dan motivasi yang tinggi untuk belajar secara mandiri dan terus-menerus. Oleh karena itu, peran guru atau pembimbing tetap penting dalam memberikan arahan dan dukungan kepada siswa.

Dalam konteks pembelajaran siswa di Indonesia, Microlearning memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan. Dengan memanfaatkan teknologi dan fleksibilitas yang ditawarkannya, Microlearning dapat menjadi solusi untuk mengatasi tantangan dalam pendidikan, seperti akses terhadap sumber belajar dan kesenjangan pembelajaran.

Di akhir hari, Microlearning adalah tentang memberdayakan siswa untuk belajar dengan cara yang paling efektif bagi mereka. Dengan memahami keunikan dan potensi Microlearning, kita dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih inklusif, adaptif, dan inovatif bagi siswa di Indonesia.