kabarfaktual.com – Penggunaan biosolar dan solar berkualitas pada mobil diesel tidak hanya berbeda dari sisi kandungan bahan bakar, tetapi juga berdampak pada performa kendaraan, efisiensi konsumsi bahan bakar, serta kondisi komponen mesin dalam jangka panjang.
Pemilik Bengkel Spesialis Toyota Mitsubishi Garasi Auto Service Sukoharjo, Muchlis, mengatakan perbedaan performa antara biosolar dan solar berkualitas memang tidak terlalu besar. Namun, menurutnya, pengemudi tetap dapat merasakan perbedaannya, terutama pada respons pedal gas dan efisiensi bahan bakar.
“Perbandingan performa lebih kepada respons pedal gas dan efisiensi, sehingga bisa dirasakan langsung oleh pengemudi,” ujar Muchlis.
Ia menjelaskan, biosolar merupakan bahan bakar yang dicampur dengan bahan bakar nabati sehingga memiliki nilai energi yang sedikit lebih rendah dibandingkan solar berkualitas. Akibatnya, tenaga mesin yang dihasilkan juga sedikit berkurang, meski penurunannya umumnya tidak terlalu signifikan untuk penggunaan harian.
Selain itu, penggunaan biosolar dinilai membuat konsumsi bahan bakar menjadi sedikit lebih boros. Hal tersebut disebabkan energi yang dihasilkan setiap liter biosolar lebih rendah dibandingkan solar berkualitas, sehingga mesin membutuhkan volume bahan bakar yang lebih banyak untuk menghasilkan tenaga yang sama.
“Dari sisi konsumsi bahan bakar, biosolar cenderung lebih boros. Hal ini disebabkan energi yang dihasilkan per liter lebih kecil dibandingkan solar berkualitas,” kata Muchlis.
Perbedaan juga terlihat pada karakter akselerasi kendaraan. Menurut Muchlis, mobil diesel yang menggunakan solar berkualitas umumnya memiliki respons pedal gas yang lebih cepat dan akselerasi yang lebih stabil, terutama pada kendaraan diesel modern yang telah menggunakan sistem injeksi bertekanan tinggi.
Sebaliknya, biosolar dinilai memiliki respons yang sedikit lebih lambat saat pedal gas diinjak. Kondisi tersebut berkaitan dengan karakter pembakaran bahan bakar yang berbeda dibandingkan solar berkualitas.
Selain memengaruhi performa, pemilihan jenis bahan bakar juga berdampak pada aspek perawatan kendaraan. Muchlis menjelaskan biosolar berpotensi menghasilkan endapan lebih banyak sehingga filter bahan bakar dan injektor lebih cepat mengalami penumpukan kotoran.
Sementara itu, solar berkualitas cenderung memiliki karakter pembakaran yang lebih bersih sehingga dapat membantu menjaga kebersihan sistem bahan bakar dan memperpanjang usia komponen mesin, khususnya pada mobil diesel dengan teknologi common rail.
Meski demikian, Muchlis menegaskan bahwa kedua jenis bahan bakar tetap dapat digunakan sesuai spesifikasi kendaraan. Namun, bagi pengguna mobil diesel modern yang mengutamakan performa, efisiensi, dan keawetan komponen mesin, penggunaan solar berkualitas dinilai memberikan keuntungan lebih dalam jangka panjang.
Tinggalkan Balasan