“Terkait pasangan capres/cawapres rasanya itu hanya pembicaraan sekilas. Saya bilang yang harus diutamakan adalah agar koalisi tiga parpol pendukung Anies tetap solid supaya tiket yang sudah di tangan tidak hilang. Jangan sampai mengajak cawapres dari luar parpol tapi koalisinya malah pecah,” ucapnya.
Mahfud mengaku tidak memberi jawaban iya atau tidak terkait tawaran menjadi cawapres Anies. Sebagai bagian dari pemerintah, Mahfud akan fokus mengawal pemilu berlangsung sesuai jadwal.
“Saya tak menjawab ya atau tidak, sebab fokus saya adalah mengawal pemilu agar berlangsung sesuai kalender,” imbuhnya.
Sementara itu silang pendapat terjadi di dalam Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) soal sosok yang cocok mendampingi Anies Baswedan sebagai cawapres pada Pilpres 2024 nanti. Partai di dalam Koalisi Perubahan tak saling sepakat soal Anies Baswedan berdampingan dengan Sandiaga Uno.
Ketua Bappilu Demokrat Andi Arief mengatakan usulan cawapres pendamping Anies dibicarakan oleh tim Koalisi Perubahan. Namun, dia memastikan PD tak akan membahas sosok Sandiaga Uno terkait bakal cawapres Anies.
Tinggalkan Balasan