Catatan Buruk Shin Tae-yong Kala Jumpa Vietnam

JAKARTA – Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong punya catatan buruk saat berjumpa Vietnam yang dinahkodai oleh Park Hang-seo.

Dari tiga kali pertemuan, Shin Tae-yong belum mampu meraih kemenangan dari Park Hang-seo. Terkahir, Timnas Indonesia takluk 3-0 dari Vietnam pada SEA Games 2021.

Shin Tae-yong membeberkan untuk tahun lalu persiapan skuad Garuda sangat minim sehingga dirinya kurang optimal dalam mempersiapkan tim.

“Ya, memang sebelumnya kita pernah melawan Vietnam tetapi waktu itu kita tidak terlalu baik dalam hal latihan. Maksudnya waktu itu ada korona juga. Jadi latihan tidak terlalu baik,” kata Shin Tae-yong dalam sesi prematch conference di Media Center SUGBK, Kamis (5/1/2023).

Tahun ini, Shin Tae-yong mengaku cukup percaya diri. Ia pun meminta kepada suporter untuk memberika dukungan penuh kepada Marc Klok dkk. saat menghadapi Vietnam.

“Sekarang sudah tidak ada corona lagi dan liga juga bergulir dengan normal. Jadi saya langsung ke Lapangan untuk memilih pemain-pemain,” kata Shin Tae-yong.

“Selain itu, perkembangan sepakbola Indonesia pun semua pada berusaha mulai dari staf pelatih dan pemain. Ya masa lalu adalah masa lalu. Mohon dukungan dari suporter Indonesia agar kita bisa lebih bekerja maksimal dalam pertandingan besok,” ujarnya.

Pertandingan Indonesia vs Vietnam pada leg lertama semifinal Piala AFF 2022/2023 akan tersaji di SUGBK, Senayan, Jakarta, Jumat (6/1/2023), pukul 16.30 WIB.

Baca Juga:   Puing Perang Gaza: UNMAS Perkirakan 37 Juta Ton Puing Berserakan Akibat Agresi Israel

Tiga hari kemudian, tepatnya pada Senin (9/1/2023) Indonesia giliran away ke Vietnam guna melakoni semifinal leg kedua.

Sementara itu, Pelatih Vietnam Park Hang-seo menyoroti keamanan menjelang laga Piala AFF 2022 antara timnas Indonesia melawan Vietnam buntut aksi pelemparan terhadap bus timnas Thailand. Polda Metro Jaya menjamin keamanan para pemain timnas Vietnam.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan mengatakan nantinya kendaraan timnas Vietnam akan dikawal dari hotel tempat mereka menginap. Bahkan kendaraan taktis (rantis) Brimob dan mobil patroli akan membantu dalam pengawalan.

“Sejak keberangkatannya dari hotel itu, di samping dikawal pakai mobil lalu lintas, pengawalan nanti bus pemain Vietnam dan ofisialnya itu dikawal pakai kendaraan rantis Brimob,” kata Zulpan saat dihubungi, Kamis (5/1/2023).

Selain itu, begitu masuk area GBK, anggota Brimob dan Samapta sudah bersiaga. Dengan demikian, lanjut Zulpan, suporter tidak bisa mendekati bus tersebut seperti halnya peristiwa yang menimpa timnas Thailand beberapa waktu lalu.

“Anggota dari Brimob dan Samapta untuk mengamankan kedatangan bus sehingga diharapkan dengan kehadiran anggota yang dipersiapkan itu tidak bisa nanti penonton atau suporter yang mendekat ke bus tersebut seperti kemarin sehingga jalan terhalang sehingga bus itu bisa langsung masuk ke stadion,” ujarnya.

Baca Juga:   Sandi Uno Pantau Pariwisata Aceh usai Ribut Pengungsi Rohingya

Zulpan menegaskan pihaknya akan memberikan pengamanan yang optimal dalam laga tersebut. Dengan pengamanan tersebut, Zulpan pun menegaskan bahwa GBK bukan stadion yang menakutkan.

“Kita berikan pengamanan yang optimal lah seperti harapan juga ofisial Vietnam. Jangan khawatir, jadi tidak benar bahwa stadion GBK ini menakutkan, kita berikan yang terbaik,” kata dia.

Zulpan juga mengajak suporter untuk menjaga sportivitas. Sebab, lanjut dia, dalam waktu dekat Indonesia juga akan menjadi tuan rumah perhelatan Piala Dunia U-20.

“Kita ingin juga menampilkan citra bahwa Indonesia ini kan sebentar lagi akan menjadi tuan rumah piala dunia U-20. Jangan sampai nanti kita gara gara hal yang kecil nanti sanksi FIFA kan berbahaya bagi kelanjutan nanti tahun depan piala dunia itu,” tuturnya.(SW)