Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) secara resmi membuka peluang kolaborasi pendanaan jangka panjang untuk pengembangan ekosistem olahraga di Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Managing Director Global Business Development, Corporate Finance & Investments Danantara, Djamal Attamimi, dalam ajang Indonesia Sports Summit 2026 pada Sabtu, 12 September 2026.
Langkah ini diambil karena sektor olahraga dinilai memiliki potensi ekonomi yang besar, tidak hanya terbatas pada aspek prestasi atlet semata. Pengembangan olahraga membutuhkan dukungan modal yang terukur, tata kelola yang baik, serta sistem pendanaan yang berkelanjutan agar dapat memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi negara.
Djamal menjelaskan bahwa kegiatan yang berhubungan dengan olahraga memiliki multiplier effect yang cukup tinggi. Sebagai contoh, anggaran pengembangan sports tourism pada tahun 2025 yang mencapai Rp6,5 miliar mampu terserap hingga 98,88 persen dan menghasilkan aktivitas ekonomi sekitar Rp2 triliun di berbagai provinsi.
Potensi Ekonomi dan Kebutuhan Industri Olahraga
Nilai ekonomi olahraga di Indonesia pada tahun 2024 tercatat mencapai hampir Rp40 triliun. Dengan basis pasar yang besar, yakni sekitar 280 juta penduduk serta tingginya minat masyarakat terhadap aktivitas fisik, Danantara menilai potensi tersebut perlu diikuti dengan kepastian industri agar investor lebih mudah masuk.
Terdapat tiga aspek utama yang perlu diperkuat untuk menarik minat investor, yaitu klasifikasi industri, pengukuran dampak ekonomi, dan kejelasan jangka waktu pendanaan. Djamal menegaskan bahwa permodalan akan datang jika definisi sektor dalam ekosistem olahraga sudah teridentifikasi dengan jelas.
Kebutuhan pendanaan olahraga memiliki karakteristik jangka panjang yang spesifik. Pengembangan atlet profesional membutuhkan waktu sekitar 12 tahun, liga olahraga memerlukan waktu 15 tahun untuk mencapai kematangan, sementara pembangunan stadion memiliki umur ekonomis hingga 40 tahun. Melalui keterlibatan Danantara, diharapkan sistem pendanaan dapat menyesuaikan dengan kebutuhan jangka panjang tersebut.




