Daerah  

DPRD Manado Berikan Support untuk Pelaku Usaha Hiburan Malam

DPRD Manado terus memaksimalkan tugas dan kinerjanya. Salah satunya melakukan rapat dengar pendapat (RDP) bersama para pelaku usaha hiburan malam, di Ruang Paripurna Kantor DPRD Manado, Kamis, 25 Maret 2021. RDP tersebut sebagai salah satu bentuk keberpihakan dan perhatian DPRD Manado terhadap para pelaku usaha hiburan yang nasib perekonomiannya memburuk selama masa pandemi Covid-19.

Para pelaku usaha yang sedang mengikuti hearing dan berharap aspirasi mereka ditindaklanjuti Pemkot Manado

Sekretaris Komisi I, DPRD Manado, Bobby Daud didampingi Jeane Laluyan, Vanda Pinontoan, Meikel Stif Maringka dan Robert Tambuwun pada kesempatan itu banyak menyinggung terkait teknis operasional yang menindaklanjuti Surat Edaran Walikota Manado soal jam operasional malam. Bobby Daud menegaskan agar pelaku usaha harus berani memberikan masukan dan keluhan terkait jam malam yang diberlakukan pemerintah.

Sekretaris Komisi I didamping dua personil DPRD Manado membahas jam operasional bersama pelaku usaha hiburan malam
Komisi I DPRD siap membantu menyampaikan aspirasi para pelaku usaha hiburan malam agar jam operasional diperpanjang

“Teman-teman saya harap agar menyampaikan apa yang menjadi keluhan, karena dengan dasar itu, kami di DPRD bisa memberikan rekomendasi dan tentunya kan menyampaikan aspirasi dari teman-teman kepada pemerintah,” ujar politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini yang berharap, melalui rapat tersebut akan ada angin segar terkait jam operasional malam tempat hiburan malam di Kota Manado.

Baca Juga:   Komisi III DPRD Manado Intens Bahas Pembangunan Bersama Mitra Kerja
Parap pelaku usaha berharap Pemkot Manado dapat menambah jam operasional untuk tempat hiburan malam

Sementaran slah satu perwakilan dari pelaku usaha tempat hiburan malam berharap hasil hearing tersebut membawa angin segar dan geliat para pelaku usaha. “Sebenarnya kami pelaku usaha sudah menerapkan dan menjalankan protokol kesehatan dengan baik. Intinya di sini kami berharap jam operasional bisa ditambah, minimal menjadi jam 12 lah kalau bisa,” terangnya.(lipsus/*)