running text
2 KKB Papua Tewas Kontak Tembak dengan TNI - Starlink Merambah Indonesia, Operator Seluler Lain Terancam - Pimpinan redaksi dan manajemen Kabarfaktual.com mengucapkan: Selamat Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1445 H/ 2024. Baca berita di Kabarfaktual.com, informasi akurat dan terpercaya. Temukan berita-berita melalui akun sosial media Kabarfaktual.com.

Indonesia Berduka, Jokowi Minta PSSI Stop Liga 1

JAKARTA – Indonesia berduka, Jokowi minta PSSI stop Liga 1 sementara waktu. Tak hanya itu, Jokowi juga meminta agar pihak kepolisian mengusut tragedi di stadion Kanjuruhan yang telah menewaskan 129 jiwa.

Kerusuhan yang terjadi usai laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya pada pekan ke-11 Liga 1 2022/2023, di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10/2022) malam WIB, telah memukul keras wajah sepakbola Indonesia..

Jokowi turut berbela sungkawa. Ia juga menyebut korban tewas dalam kerusuhan itu mencapai 129 jiwa. Bertambah dari semula 127 orang.

Sebelumnya pada Minggu (2/10) dini hari, Polda Jawa Timur (Jatim) menginformasikan ada 127 orang yang meninggal dunia. Jumlah itu kemungkinan dapat bertambah karena seratusan orang masih dirawat di berbagai rumah sakit di Malang.

“Saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya 129 orang saudara-saudara kita dalam tragedi sepak bola di Kanjuruhan, Malang, Jatim,” ujar Jokowi.

Jokowi pun meminta agar Liga 1 2022/2023 dihentikan sementara. Sebelumnya, PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator telah memutuskan untuk menghentikan kompetisi selama sepekan.

Baca Juga:   Anies Baswedan Tanggapi Film 'Dirty Vote': Peringatan Tentang Respons Rakyat terhadap Kecurangan

“Saya memerintahkan PSSI untuk menghentikan sementara Liga 1 sampai evaluasi dan perbaikan prosedur pengamanan dilakukan,” tegas Jokowi.

“Saya menyesalkan terjadinya tragedi ini dan saya berharap ini adalah tragedi terakhir sepak bola di Tanah Air. Jangan sampai ada lagi tragedi kemanusiaan seperti ini di masa yang akan datang.”

“Sportivitas, rasa kemanusiaan, dan rasa persaudaraan bangsa Indonesia harus kita jaga bersama,” imbuh Jokowi.

Adapun, kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan bermula saat suporter menyerbu lapangan usai Arema FC kalah 2-3. Aksi itu direspons polisi dengan menghalau dan menembakkan gas air mata.

Akibat gas air mata ini penonton panik dan menumpuk di pintu keluar stadion. Korban kebanyakan meninggal akibat sesak nafas dan terinjak-injak.(SW)