running text
2 KKB Papua Tewas Kontak Tembak dengan TNI - Starlink Merambah Indonesia, Operator Seluler Lain Terancam - Pimpinan redaksi dan manajemen Kabarfaktual.com mengucapkan: Selamat Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1445 H/ 2024. Baca berita di Kabarfaktual.com, informasi akurat dan terpercaya. Temukan berita-berita melalui akun sosial media Kabarfaktual.com.

Gibran Bantah Hubungan Jokowi – Prabowo Retak

JAKARTA – Wakil presiden terpilih, Gibran Rakabuming Raka, membantah isu hubungan antara presiden terpilih Prabowo Subianto dan Presiden Joko Widodo renggang. Gibran meminta media untuk tidak menyampaikan hal-hal yang negatif.

“Siapa yang renggang? gak ada yang renggang, tolong jangan memberitakan yang jelek-jelek gitu ya,” tutur Gibran.

Isu kerenggangan Jokowi dan Prabowo berawal saat Jokowi tidak menyalami Prabowo dalam acara penyerahan zakat kepada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) beberapa waktu lalu. Ditambah dengan ketidakhadiran Gibran saat Prabowo menyampaikan pidato menanggapi hasil penetapan Pilpres 2024.

Selain itu Gibran Rakabuming Raka, membantah isu Presiden Joko Widodo alias Jokowi menitipkan nama-nama untuk diangkat jadi menteri di kabinet Prabowo-Gibran. Menurut Gibran, yang juga putra sulung Jokowi, ayahnya mungkin hanya memberikan masukan kepada Prabowo.

Gibran mengatakan susunan kabinet pemerintahan selanjutnya adalah hak prerogatif Prabowo sebagai presiden terpilih.

“Ya mungkin masukan, tapi penentuannya di Pak Prabowo ya,” kata Wali Kota Solo itu di Hotel Ritz-Carlton, Mega Kuningan, Jakarta Selatan pada Senin, 25 Maret 2024.

Baca Juga:   Heboh Anies Sebut Ada Menko yang Usul Ubah Konstitusi Negara

Dia juga membantah Jokowi meminta dirinya untuk mengajukan nama-nama tertentu kepada Prabowo agar diangkat menjadi menteri. “Enggak, keputusannya di Pak Prabowo,” ucap Gibran singkat.

Meski begitu, Gibran mengungkapkan bahwa Prabowo pasti akan mengajak dirinya berdiskusi untuk menentukan susunan kabinet. Menurutnya, dia dan Prabowo sudah membicarakan hal tersebut sejak lama. Namun, Gibran tidak menungkapkan apakah pembicaraan itu sudah mencapai tahap penentuan sosok-sosok menteri yang akan datang.

Gibran pun tidak menutup kemungkinan akan mengajak partai-partai politik kompetitor di Pilpres 2024 untuk bergabung ke pemerintahan dirinya dan Prabowo nanti. “Bisa jadi,” ucapnya.(SW)