Menko Polhukam Bentuk Tim Khusus Usut TPPO di Jerman

JAKARTA – Menko Polhukam Hadi Tjahjanto membentuk tim terkait tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dengan modus mengirim mahasiswa magang ke Jerman. Tim itu terdiri atas Polri, Kementerian Luar Negeri (Kemlu), dan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti).

“Pertama Dikti, kedua dengan Polri, yang ketiga dengan Kemenlu, untuk mengidentifikasi bagaimana proses pengiriman tersebut,” ujar Hadi setelah meninjau Gereja Katedral, Jakarta, Kamis (28/3/2024).

Hadi mengatakan tim itu dibentuk untuk memastikan langkah-langkah selanjutnya dalam mengatasi kasus tersebut. Sejauh ini telah diidentifikasi 1900 mahasiswa yang menjadi korban TPPO.

“Sehingga dari langkah-langkah tersebut nanti kami pisah, apa yang terbaik untuk menyelamatkan para mahasiswa itu, kurang lebih ada 1.900 mahasiswa kami identifikasi,” tuturnya.

Hadi mengatakan akan memimpin sendiri tim tersebut. Koordinasi antarlembaga tersebut juga terus dilakukan.

“Ya nanti saya pimpin sendiri. Ini aja sudah, secara informal kita sudah koordinasi, baik Dikti, baik dengan Kemenlu, baik dengan Bareskrim,” tuturnya.

Sebelumnya, Bareskrim Polri mengungkap tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dengan modus mengirim mahasiswa magang ke Jerman. Polisi mengatakan pengiriman mahasiswa ke Jerman tersebut melalui program ferienjob.

Baca Juga:   Parah, 84 Persen Demokrasi Indonesia Dibiayai Cukong

“Pengungkapan jaringan internasional TPPO dengan modus mengirimkan mahasiswa magang ke negara Jerman melalui program ferienjob,” kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro dalam keterangan tertulis, Selasa (19/3).

Djuhandhani mengatakan para mahasiswa tersebut ternyata dipekerjakan secara ilegal. Para korban juga dieksploitasi.

“Namun para mahasiswa dipekerjakan secara non-prosedural sehingga mengakibatkan mahasiswa tereksploitasi,” ucap Djuhandhani.

Salah seorang mahasiswi kampus swasta di Jakarta, Deo, menjadi korban TPPO modus program ferienjob ke Jerman. Deo mengucapkan terima kasih kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo karena memberi atensi pada kasusnya ini.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih ke Pak Kapolri karena sudah memberikan atensi untuk kasus kami ini,” kata Deo, Kamis (28/3/2024).

Deo juga berharap kasus ini diusut sampai tuntas. Apalagi ia sempat mendapat somasi dari PT SHB yang menyelenggarakan program ini.

Untuk diketahui, Deo sempat menganggur satu bulan di Jerman lantaran tak kunjung mendapat kepastian pekerjaan.

Deo lantas mendapatkan pekerjaan pengganti di perusahaan logistik. Deo bekerja di bagian sort center.

Baca Juga:   Kepala BNPT: Jaringan Radikal Masih Ada di BUMN

Deo mengaku tak mempermasalahkan jenis pekerjaan pengganti yang ia dapatkan. Namun dia menyayangkan potongan gaji yang dilakukan oleh agensi di Jerman.

“Saya tegaskan bahwa saya tidak mempermasalahkan jenis pekerjaan pengganti yang diberikan kepada saya namun yang saya sesalkan adalah ada banyak potongan gaji yang dilakukan oleh agensi di Jerman, jam kerja yang dipotong yang di mana seharusnya dibayarkan, contoh 6 jam kerja namun hanya dibayar 3 jam saja,” katanya.(SW)