Kawasan Pura Desa Adat Buleleng, Kabupaten Buleleng, Bali, mengalami kebakaran hebat pada Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 11.00 WITA. Peristiwa ini mengakibatkan sebuah pohon beringin tua yang berada di tengah pura terbakar dan apinya merembet hingga merusak tiga bangunan pelinggih di sekitarnya.
Kejadian ini menjadi perhatian masyarakat setempat mengingat lokasi tersebut merupakan tempat ibadah yang disucikan. Kerusakan pada bangunan pelinggih yang menggunakan atap ijuk terjadi dengan cepat karena hembusan angin kencang yang membawa kobaran api dari pohon beringin yang telah berusia ratusan tahun tersebut.
Kepala Desa Adat Buleleng, Nyoman Sutrisna, menyatakan bahwa kebakaran bermula dari area di bawah pohon beringin. Mengingat saat kejadian bertepatan dengan Hari Suci Tilem, ia menduga api mungkin berasal dari dupa yang tidak terkontrol saat warga melakukan persembahyangan.
Proses Pemadaman Api
Petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Buleleng segera dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penanganan. Kepala Dinas Damkar Buleleng, Gede Arya Suardana, menjelaskan bahwa tim membutuhkan waktu lebih dari dua jam untuk memadamkan api secara menyeluruh.
Dalam upaya pemadaman tersebut, petugas menghabiskan tiga tangki air dengan bantuan dari Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng serta Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng. Kondisi pohon yang kering menjadi faktor utama cepatnya api menyebar ke area bangunan di sekelilingnya.
Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan pendalaman terkait penyebab pasti kebakaran tersebut. Meskipun dugaan awal mengarah pada sisa dupa, petugas belum dapat memastikan secara resmi pemicu utama munculnya api di pohon beringin tersebut.




