running text
2 KKB Papua Tewas Kontak Tembak dengan TNI - Starlink Merambah Indonesia, Operator Seluler Lain Terancam - Pimpinan redaksi dan manajemen Kabarfaktual.com mengucapkan: Selamat Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1445 H/ 2024. Baca berita di Kabarfaktual.com, informasi akurat dan terpercaya. Temukan berita-berita melalui akun sosial media Kabarfaktual.com.

Survey Elektabilitas AMIN, Prabowo-Gibran, dan Ganjar-Mahfud dalam Seminggu Terakhir Menuju Hari Pemungutan Suara

Survey Elektabilitas
Calon Presiden RI

Menjelang hari pemungutan suara, elektabilitas para kandidat calon presiden dan calon wakil presiden menjadi sorotan utama dalam dinamika politik. Dalam seminggu terakhir menjelang pemungutan suara, hasil survei terbaru menunjukkan tren yang menarik dalam elektabilitas tiga pasangan calon utama: Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN), Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming, dan Ganjar Pranowo-Mahfud Md.

  • Lembaga Survei Indonesia (LSI)

Lembaga Survei Indonesia (LSI) telah merilis hasil survei terbaru mengenai elektabilitas pasangan calon (paslon) Pilpres 2024 pada Sabtu (20/1) yang lalu. Hasilnya menunjukkan peningkatan dalam dukungan untuk paslon nomor urut 1, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, dan paslon nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming, sementara paslon nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud Md, mengalami penurunan.

Survei dilakukan pada 10-11 Januari 2024, dengan target populasi survei adalah warga negara Indonesia yang berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah dan memiliki telepon/cellphone. Sampel sebanyak 1.206 responden dipilih secara acak melalui metode double sampling, diambil dari data hasil survei tatap muka sebelumnya yang melibatkan 210.001 responden di seluruh Indonesia.

Dari hasil survei, paslon Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar mencatatkan dukungan sebesar 23,2% pada bulan Januari 2024, meningkat dari sebelumnya yaitu 22,3% pada bulan Desember 2023 dan 19,6% pada bulan Oktober 2023.

Paslon Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming memimpin dengan dukungan sebesar 47% pada bulan Januari 2024, juga mengalami peningkatan dari sebelumnya yaitu 45,6% pada bulan Desember 2023 dan 35,9% pada bulan Oktober 2023.

Sementara itu, paslon Ganjar Pranowo-Mahfud Md mengalami penurunan dukungan menjadi 21,7% pada bulan Januari 2024, turun dari sebelumnya yaitu 23,8% pada bulan Desember 2023 dan 26,1% pada bulan Oktober 2023.

Margin of error survei diperkirakan sekitar 2,9% dengan tingkat kepercayaan 95%, dengan wawancara responden dilakukan melalui telepon oleh pewawancara yang dilatih.

  • Indikator Politik Indonesia
Baca Juga:   Fitnah Semakin Serius, Timnas Bantah AMIN Bakal Bubarkan BUMN Diganti Koperasi

Lembaga survei Indikator Politik Indonesia baru saja merilis hasil survei elektabilitas calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) terbaru, yang berlangsung pada periode 10 hingga 16 Januari 2024. Pasangan Prabowo-Gibran tetap berada di posisi teratas, diikuti oleh Anies-Cak Imin dan Ganjar-Mahfud.

Survei ini dilakukan setelah debat ketiga pilpres dan hasilnya dirilis pada Sabtu (20/1) yang lalu. Sebanyak 1.200 responden dari seluruh provinsi Indonesia dilibatkan dalam survei ini, dengan menggunakan metode wawancara tatap muka. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode multistage random sampling, dengan tingkat toleransi kesalahan sekitar 2,9% dan tingkat kepercayaan 95%.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, menggunakan simulasi surat suara dalam survei ini. Hasilnya menunjukkan bahwa pasangan Prabowo-Gibran berada pada posisi pertama dengan dukungan sebesar 48,55%. Sementara itu, pasangan Anies-Cak Imin mendapatkan dukungan sebesar 24,17%, dan pasangan Ganjar-Mahfud memperoleh dukungan sebesar 21,60%.

  • Charta Politika

Survei dilakukan dalam rentang waktu 4 hingga 11 Januari 2024, dengan melibatkan 1.220 responden. Metode survei yang digunakan adalah wawancara tatap muka, dengan populasi survei terdiri dari warga negara yang memiliki hak pilih, yakni mereka yang berusia 17 tahun atau lebih atau sudah menikah. Pemilihan sampel dilakukan melalui metode multistage random sampling. Margin of error survei ditetapkan sebesar ±2,82%, dengan quality control mencapai 20% dari total sampel, menunjukkan tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap validitas survei.

Hasil survei tersebut menunjukkan pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka mendominasi dengan elektabilitas sebesar 42,2%. Keunggulan pasangan ini menegaskan posisi mereka sebagai pesaing utama dalam pertarungan politik yang akan datang.

Sementara itu, pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud Md mendapatkan dukungan sebesar 28%, sementara pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar memperoleh 26,7% dukungan. Meskipun kedua pasangan tersebut masih mendapat dukungan yang signifikan, mereka masih tertinggal jauh dari pasangan Prabowo-Gibran.

Baca Juga:   Penantian 32 Tahun, Indonesia Akhirnya Rebut Emas Sepakbola SEA Games

Sebagian kecil responden, sebesar 3,1%, menyatakan tidak jawab atau tidak tahu.

  • LSI Denny JA

Lembaga survei LSI Denny JA telah merilis hasil survei terkait elektabilitas peserta Pilpres 2024. Penelitian ini dipaparkan oleh peneliti LSI Denny JA, Adjie Al Faraby, pada Selasa (30/1/2024), dengan data survei yang dikumpulkan dari tanggal 16 hingga 26 Januari 2024.

Metode penentuan sampel yang digunakan adalah multi stage random sampling, dengan melibatkan 1.200 responden. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka menggunakan kuesioner. Survei ini memiliki margin of error sebesar +-2,9%, yang menunjukkan tingkat ketidakpastian dari hasil survei.

Hasil survei tersebut menunjukkan keunggulan pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dengan elektabilitas sebesar 50,7%. Pasangan ini mendominasi dalam preferensi pemilih, menunjukkan potensi kuat dalam menghadapi Pilpres 2024.

Sementara itu, pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar memperoleh dukungan sebesar 22%, sedangkan pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud Md mendapatkan dukungan sebesar 19,7%. Meskipun kedua pasangan tersebut masih mendapatkan dukungan yang signifikan, mereka masih kalah jauh dari pasangan Prabowo-Gibran.

Sebagian kecil responden, sebesar 0,7%, menyatakan suara tidak sah, sementara sebesar 6,9% menyatakan suara mereka sebagai Bermasalah/Rahasia/Tidak Tahu/Tidak Jawab (BM/Rahasia/TT/TJ).