JAKARTA – Timnas Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar ( Timnas AMIN ) kembali mengkritik persoalan Ibu Kota Nusantara (IKN). Mereka menilai pembangunan IKN tidak tepat karena masyarakat Indonesia masih banyak yang miskin.

“Maksud saya gini, kita ini masyarakat Indonesia secara besar ini kan hidupnya masih banyak yang miskin, masa iya sih kita buat istana begitu yang besar seperti itu, itu moral ya bukan soal Undang-Undang. Etis nggak secara moral? kalau kita masyarakatnya masih banyak yang miskin tapi kita bangun istana, kan enggak?,” kata Asisten Pelatih Timnas AMIN, Jazilul Fawaid di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (26/11/2023).

Jazilul tak menjawab gamblang soal sikap PKB layaknya PKS yang menyebut ibu kota tetap di Jakarta jika AMIN menang. Dia hanya mengatakan, meski DPR RI resmi mengesahkan RUU tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang IKN menjadi sebuah Undang-Undang baru, namun menurutnya masih ada potensi perubahan.

“Ibu kota pindah kan belum. Kan sampai hari ini tetap di Jakarta sebelum diumumkan pindah IKN tetap di Jakarta. Siapa bilang pindah ke sana. Siapa bilang pindah, belum. Kalau menyangkut Undang-Undang ya nanti dibahas bersama. Tapi Jakarta tetep ibu kota sampai nanti dipindah,” kata dia.