kabarfaktual.com – Pemerintah Amerika Serikat (AS) mendesak negara-negara Eropa untuk segera mengeluarkan sebagian cadangan solar mereka guna mengatasi gangguan pasokan bahan bakar yang terjadi di pasar global. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu menekan kenaikan harga energi yang terus meningkat.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan Washington telah mengambil langkah untuk membantu menjaga stabilitas pasar energi global. Menurutnya, negara-negara Eropa perlu segera merealisasikan komitmen pasokan tambahan yang telah disepakati untuk mengatasi gangguan yang masih berlangsung.
“Di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump, AS sedang memenuhi komitmennya untuk membantu menstabilkan pasar energi global. Mitra-mitra kami di Eropa harus mempercepat pelaksanaan komitmen yang sudah ada dan segera menyediakan pasokan tambahan untuk mengatasi gangguan yang sedang berlangsung,” kata Bessent.
Bessent juga meminta negara-negara Eropa mengikuti langkah yang telah ditempuh AS dalam menghadapi tekanan di pasar energi. Desakan tersebut muncul di tengah kekhawatiran terhadap dampak gangguan pasokan internasional terhadap sektor-sektor yang bergantung pada bahan bakar, termasuk pertanian dan transportasi.
“Amerika telah melakukan bagiannya. Kami berharap sekutu kami mewujudkan komitmen mereka melalui tindakan nyata,” ujar Bessent.
Sebagai bagian dari upaya diplomatik tersebut, Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer dijadwalkan menyampaikan pesan Washington kepada para pejabat Uni Eropa. Pemerintah AS menekankan perlunya percepatan realisasi pasokan tambahan guna meredakan tekanan di pasar bahan bakar global.
Desakan tersebut disampaikan ketika pemerintahan Trump juga tengah mempertimbangkan sejumlah langkah untuk mengendalikan harga bahan bakar di dalam negeri. Salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan adalah pembatasan atau larangan ekspor solar dari AS.
Kebijakan tersebut menjadi perhatian pemerintah setelah harga bahan bakar di AS dilaporkan mencapai rekor 6,50 dolar AS per galon pada akhir September. Pemerintah berharap langkah pengendalian pasokan dapat membantu mengurangi tekanan harga di pasar domestik.
Di sisi lain, sejumlah eksekutif perusahaan energi besar, termasuk Chevron dan ExxonMobil, dilaporkan telah menghubungi pejabat pemerintah AS untuk mencegah penerapan larangan ekspor tersebut.
Pemerintah AS menyatakan telah mengambil langkah untuk menjaga stabilitas pasokan energi domestik dan global. Washington kini meminta negara-negara sekutunya, khususnya di Eropa, melakukan langkah serupa dengan segera mengoptimalkan cadangan bahan bakar yang tersedia.




