Aliran Dana Korupsi BTS ke Partai Hanya Spekulasi

JAKARTA – Plt Menkominfo Mahfud Md menganggap isu adanya dugaan aliran dana proyek BTS yang menjerat Johnny G Plate ke partai politik sekadar gosip politik. Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul memberi tanggapan.

“Itu urusan penegakan hukum. Pelaksananya sistem hukum kita, yudikatif. Di situ ada kepolisian, kejaksaan, KPK, pengadilan, sampai MA. Jadi, kalau dalam hukum, semua harus dibuktikan. Kalau nggak ada bukti, gimana, nggak bisa,” kata Pacul kepada wartawan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (25/5/2023).

Pacul menyebut urusan yang menyangkut hukum harus pasti, tidak bisa bersifat spekulatif. Pacul menyebut setiap isu harus dibuktikan, bukan cuma spekulasi semata.

“Kalau spekulatif, susah. Kalau di hukum, harus pasti. Nggak boleh spekulatif dan harus dibuktikan dengan alat bukti. Jadi, kalau ada yang menyatakan ada aliran dana ke partai, ya buktikan. Jangan hanya isu. Kalau ada bukti, bawa ke kejaksaan. Clear,” ujar Pacul.

“Kalau ada orang partai yang menerima uang korupsi, bahaya sekali. Karena partai bisa dibubarkan. Kalau dibubarkan, bagaimana? Ngeri. Karena itu adalah lembaga hukum, sama dengan PT-PT itu. Ada partai berani menerima uang hasil korupsi, bubarkan partainya. Bisa. Ada pasalnya,” imbuhnya.

Baca Juga:   Massa Lukas Enembe Bawa Panah, Bom Ikan Hingga Ketapel

Dengan demikian, Pacul mengimbau publik menunggu proses hukum yang berjalan di Kejaksaan Agung (Kejagung) dan tak berspekulasi mengenai isu tersebut. Dia mengatakan Komisi III DPR juga akan memanggil pihak-pihak terkait untuk mengklarifikasi ini.

“Jadi untuk urusan ini, kita nggak usah spekulatif. Kita tunggu hasil dari kejaksaan. Kalau kelamaan, nanti kita panggil ke Komisi III. Supaya kau bisa lihat. Seperti dulu Pak Sambo, spekulasinya banyak sekali. Ketika dibuka, clear semua. Jadi rapat dengan Komisi III itu bisa dijadikan clearance. Di situ ada PDIP, Gerindra, NasDem. Kita clearance di situ kalau ada yang belum beres,” katanya.

Mahfud baru-baru ini menegaskan tak pernah menyebut nama parpol, dan menganggap pertanyaan yang dilontarkan wartawan soal dugaan aliran dana itu sebagai gosip politik.

“Info itu tidak akurat, Pak Benny (Waketum Demokrat Benny K Harman). Saya tak pernah menyebut nama parpol. Saya ditanya oleh wartawan yang menyebut nama beberapa parpol menerima aliran dana. Saya jawab bahwa saya mendengar info itu, tapi bagi saya itu hanya gosip politik,” kata Mahfud.

Baca Juga:   Hendra Kurniawan Pantas Dipecat, Perlakukan Keluarga Brigadir J Seperti Teroris

Mahfud mengaku sudah melaporkan kepada Jokowi. Dia menyertakan video saat diwawancarai wartawan.

“Saya sudah lapor kepada Presiden,” imbuhnya.(SW)