Bone – Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian, Agung Suganda, meninjau lokasi rencana pembangunan peternakan sapi perah terintegrasi di Kampus II Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Jumat (7/8/2026).
Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat kesiapan lahan seluas 2,8 hektar yang akan menjadi lokasi pembangunan peternakan sapi perah berkapasitas 600 ekor, lengkap dengan sarana pendukung pengolahan pakan serta fasilitas pengolahan susu.
Agung Suganda hadir bersama Sekretaris Ditjen PKH, Wakil Direktur II Polbangtan Gowa, Direktur Hilirisasi Peternakan, Direktur Pakan, Kepala Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari, serta Kepala Balai Besar Veteriner Maros. Rombongan juga didampingi Kepala Dinas Peternakan Provinsi Sulawesi Selatan, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Bone, serta jajaran Polbangtan Gowa.
“Halaman ini kami meninjau lahan seluas 2,8 hektare yang saat ini baru menyelesaikan tahap pembersihan untuk persiapan pembangunan peternakan sapi perah terintegrasi di Kabupaten Bone,” ujar Agung.
Menurutnya, pembangunan yang direncanakan mulai berjalan pada akhir Agustus atau awal September 2026. Tahap awal akan terfokus pada pembangunan kandang sapi perah dengan kapasitas 600 ekor beserta berbagai sarana pendukung, termasuk fasilitas pengolahan pakan.
Tidak hanya kandang dan sarana produksi, kawasan tersebut juga akan dilengkapi fasilitas pengolahan susu hingga menghasilkan susu steril. Fasilitas ini diharapkan dapat memperkuat hilirisasi produk peternakan sekaligus memberikan nilai tambah terhadap produksi susu.
Agung menjelaskan, peternakan sapi perah terintegrasi tersebut nantinya tidak hanya berfungsi sebagai unit produksi, tetapi juga menjadi teaching farm bagi mahasiswa Jurusan Peternakan Polbangtan Gowa.
“Peternakan sapi perah terintegrasi ini akan menjadi teaching farm yang nantinya digunakan oleh mahasiswa Polbangtan, khususnya Jurusan Peternakan, untuk belajar sekaligus mengelola pemeliharaan sapi dan proses pengolahan susu segar,” jelasnya.
Keberadaan teaching farm tersebut diharapkan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman langsung dalam pengelolaan peternakan sapi perah secara terintegrasi, mulai dari pemeliharaan ternak, penyediaan pakan, manajemen produksi susu, hingga proses pengolahan hasil peternakan.
Agung menambahkan, pembangunan peternakan sapi perah di Kabupaten Bone merupakan proyek percontohan pertama yang dibangun di luar Pulau Jawa. Proyek tersebut diharapkan menjadi pembelajaran atau pembelajaran bagi pengembangan peternakan sapi perah di wilayah lain, khususnya daerah di luar Jawa dengan karakteristik geografis dan ketinggian yang berbeda.
“Ini merupakan proyek percontohan pertama yang dilakukan di luar Pulau Jawa dan tentunya akan menjadi pembelajaran bagi pembangunan peternakan sapi perah, khususnya di luar Jawa, termasuk daerah-daerah yang tingkat ketinggiannya tidak terlalu tinggi,” katanya.
Untuk mendukung lancarnya pembangunan, proses pengadaan yang direncanakan berjalan sesuai rencana. Pengumuman proses pengadaan pembangunan, termasuk sarana pengolahan susu, direncanakan dilakukan pada tanggal 24 Agustus 2026.
Lebih lanjut Agung menyebutkan bahwa keberadaan fasilitas pengolahan susu tersebut nantinya diharapkan dapat menjadi salah satu sumber pasokan susu steril untuk mendukung kebutuhan program Makan Bergizi di Kabupaten Bone dan wilayah sekitarnya.
Pembangunan peternakan sapi perah terintegrasi ini menjadi langkah strategi dalam memperkuat pengembangan subsektor peternakan, khususnya produksi susu dalam negeri. Selain mendukung penyediaan pangan bergizi, fasilitas tersebut juga diharapkan mampu memperkuat pendidikan vokasi, pengembangan SDM peternakan, serta penerapan teknologi peternakan secara langsung di lingkungan Polbangtan Gowa.
Melalui sinergi antara Kementerian Pertanian, pemerintah daerah, dan Polbangtan Gowa, pembangunan fasilitas ini diharapkan menjadi model pengembangan peternakan sapi perah terintegrasi yang dapat direplikasi di berbagai daerah di Indonesia, sekaligus mencetak sumber daya manusia peternakan yang kompeten dan siap menjawab kebutuhan industri peternakan nasional.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan Sapi perah memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan, khususnya menyediakan kebutuhan susu nasional. Pengembangan sapi perah harus didukung dengan teknologi, pakan berkualitas, bibit unggul, dan sumber daya manusia yang kompeten.
Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan “Pengembangan sapi perah membutuhkan SDM yang terampil dan mampu menerapkan teknologi peternakan modern. Oleh karena itu, pembelajaran dan praktik langsung di lapangan menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi peternak yang profesional.”ujarnya
Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Mohammad Amin, menyampaikan Mahasiswa Polbangtan perlunya memahami pengelolaan sapi perah secara langsung, mulai dari pemeliharaan, pemberian pakan hingga manajemen produksi susu. Pengalaman praktik ini menjadi penting untuk meningkatkan kompetensi dan mendorong pengembangan peternakan sapi perah.
Tinggalkan Balasan