kabarfaktual.com, Gowa — Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa kembali menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman, sehat, bersih, dan indah melalui implementasi Gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) Kementerian Pertanian. Kegiatan ini melibatkan seluruh civitas akademika, mulai dari pegawai, dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa, Sabtu (23/5/26).

Gerakan ASRI dilaksanakan secara serentak di berbagai unit kerja Kementerian Pertanian sebagai upaya menciptakan lingkungan kerja yang nyaman, produktif, dan berkelanjutan. Di setiap Unit Pelaksana Teknis (UPT), kegiatan diawali dengan aksi bersih lingkungan kerja, dilanjutkan tanam bersama di lahan kampus, serta ditutup dengan kegiatan NGOBRAN (Ngobrol Santai) bersama penyuluh pertanian melalui Zoom Meeting.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa kebersihan dan kerapian lingkungan kerja merupakan fondasi penting dalam membangun budaya kerja yang produktif dan profesional.

Mahasiswa Polbangtan Kementan Gowa Implementasikan Gerakan ASRI. (Sumber Humas Polbangtan Gowa)

Menurutnya, lingkungan yang tertata dengan baik akan berdampak langsung terhadap peningkatan kinerja sekaligus pembentukan karakter sumber daya manusia pertanian yang unggul.

Sejalan dengan arahan tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa Gerakan ASRI menjadi bagian penting dalam penguatan budaya kerja serta pembinaan karakter, khususnya di lingkungan pendidikan vokasi pertanian.

“ASRI bukan hanya tentang kebersihan fisik, tetapi juga mencerminkan budaya kerja yang tertib, disiplin, dan berorientasi pada pelayanan prima. Polbangtan sebagai lembaga pendidikan vokasi harus menjadi contoh dalam penerapan nilai-nilai tersebut,” ujar Idha.

Di Polbangtan Gowa, Gerakan ASRI diwujudkan melalui kerja bakti membersihkan lingkungan kantor, ruang kelas, asrama mahasiswa, penentuan sekaligus pembersihan lokasi calon dapur SPPG, hingga penanaman Padi Sistem Pertanian Modern – Advanced Agriculture System (PM-AAS) di lahan kampus.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menegaskan bahwa penguatan sumber daya manusia menjadi kunci pembangunan sektor pertanian. Menurutnya, lembaga pendidikan vokasi memiliki peran strategis dalam melahirkan generasi muda pertanian yang inovatif, adaptif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja.

Plt Direktur Polbangtan Gowa, Sartika Juwita, mengatakan bahwa kegiatan ASRI merupakan bagian dari upaya membangun budaya kampus yang nyaman, tertib, sehat, bersih, dan berkelanjutan.

“Kegiatan ini bukan sekadar gerakan kebersihan lingkungan, tetapi juga menjadi wujud nyata pembentukan karakter civitas akademika agar lebih peduli terhadap lingkungan, disiplin, serta memiliki rasa tanggung jawab bersama,” ujar Sartika.

Ia menambahkan, lingkungan kampus yang aman akan menciptakan suasana belajar yang kondusif, sementara lingkungan yang sehat, resik, dan indah dapat meningkatkan produktivitas serta menumbuhkan rasa bangga terhadap institusi.

“Melalui semangat kebersamaan dan gotong royong, saya yakin Polbangtan Gowa dapat menjadi kampus yang tidak hanya unggul dalam pendidikan vokasi pertanian, tetapi juga menjadi teladan dalam pengelolaan lingkungan kampus yang aman, sehat, bersih, dan indah,” tambahnya.

Melalui implementasi Gerakan ASRI, Polbangtan Gowa berharap tercipta lingkungan kampus yang lebih tertib, hijau, sehat, dan nyaman guna mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan serta produktivitas sektor pertanian nasional. Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan diharapkan terus tumbuh menjadi budaya kerja di lingkungan Kementan.